Energi & Tambang

Kapan RI Temukan Cadangan Minyak Mentah Baru Mirip Iran?

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Di tengah gempuran sanksi dari Amerika Serikat dan ancaman perang yang tak berhenti, Iran baru saja menemukan cadangan minyak raksasa dengan potensi mencapai 53 miliar barel.

Cadangan minyak tersebut ditemukan di wilayah barat daya provinsi Khuzestan, dengan estimasi cadangan minyak mentah mencapai 53 miliar barel.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan lapangan minyak tersebut membentang hampir 200 kilometer sampai ke wilayah perbatasan Irak, Omidiyeh. Sumur minyak tersebut memiliki kedalaman 80 meter.

“Ini adalah hadiah kecil pemerintah untuk rakyat Iran,” katanya sebagaimana dilansir dari AFP.

Sebelumnya, ekonomi negeri kaya minyak ini, babak belur karena sanksi ekonomi dari Amerika Serikat (AS). Belakangan, angkanya memang diralat menjadi 22,5 miliar barel.

Ditambah dengan cadangan Iran hasil hitungan BP yang diproyeksi sebanyak 155,6 miliar barel sebelumnya, negara ini bisa mendongkrak posisinya di 3 besar pemilik cadangan minyak terbesar di dunia.

Nah, dengan kondisi serba terbatas itu, para insinyur dan praktisi migas Iran bisa tetap fokus mencari minyak dan temukan cadangan baru.

“Kami umumkan kepada Amerika hari ini, bahwa kami adalah negara kaya … Pekerja dan insinyur industri minyak Iran menemukan ladang minyak yang hebat ini,” ujarnya Hassan Rouhani.

Kapan Indonesia?

Lantas bagaimana dengan Indonesia, yang puluhan tahun terakhir iklim politik dan ekonominya lumayan kondusif, tapi belum ada lagi temuan minyak raksasa sejak Blok Cepu.

Cadangan minyak terbukti Indonesia tak beranjak dari angka 3,2 miliar barel atau sekitar 0,2% dari total cadangan terbukti dunia. Angka ini bagai butiran debu dibanding Iran yang mencapai 155 miliar barel, apalagi dengan Arab maupun Venezuela. Jauh banget!

Dengan rata-rata produksi sekitar 750 ribu barel sehari, jika tak ada temuan baru diperkirakan cadangan ini bakal habis dalam 10 tahun mendatang.

Soal lesunya temuan blok baru atau cadangan baru, juga sudah disindir berkali-kali oleh pemerintah. Terutama untuk PT Pertamina (Persero) yang merupakan pelat merah migas kebanggaan dalam negeri.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi cadangan migas sebesar 7,5 miliar barel yang belum diproduksi. Tapi ini sebatas angin surga, yang mau tidak mau harus dibumikan segera jika tak ingin Indonesia menghadapi neraka dunia.

Dalam pernyataannya baru-baru ini, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa Indonesia memiliki 128 cekungan migas, di mana hanya 54 di antaranya yang sudah dieksplorasi.

Dari hasil ekplorasi itu, baru 18 cekuang yang telah berproduksi dan bisa menyumbang cadangan sebesar 3,5 miliar barel. Sisanya, alias 36 cekungan, memiliki potensi kandungan migas sebesar 7,5 miliar barel.

Dwi sendiri mengakui bahwa angka potensi 7,5 miliar barel itu bukanlah cadangan terbukti yang siap sedot.

“Kita butuh investor yang memiliki kemampuan finansial cukup karena memang bergerak di bidang oil and gas ini waktunya cukup panjang eksplorasi saja kadang waktunya sampai 10 tahun ya. Belum nanti eksekusi dari hasil eksplorasi,” katanya. (AR)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close