Kapal-kapal Tempur AS Mulai Bergerak Menuju Laut Hitam

Kapal-kapal Tempur AS Mulai Bergerak Menuju Laut Hitam

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan kapal-kapal tempur Angkatan Laut Amerika Serikat mulai bergerak menuju Laut Hitam, di lepas pantai selatan Rusia.

Pergerakan kapal ini dalam sebuah tindakan yang secara luas dipandang sebagai unjuk dukungan bagi Ukraina, di mana pertempuran antara pasukan Kiev dan milisi separatis memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

Pada hari Jumat (9/4/2021), seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan kepada TASS bahwa mereka telah menerima pemberitahuan dari Washington bahwa dua kapal perang AS akan melewati selat Bosporus dan masuk ke Laut Hitam. 

Di bawah hukum internasional, Ankara mengontrol akses ke perairan pedalaman untuk jenis kapal tertentu, termasuk kapal angkatan laut.

Sesuai dengan konvensi ini, utusan Turki mengatakan bahwa mereka “diberi tahu melalui saluran diplomatik 15 hari yang lalu bahwa dua kapal perang AS akan memasuki Laut Hitam. Kapal akan tetap di sana sampai 4 Mei,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu. 

Perjalanan itu akan membawa awaknya hampir 9.000 mil dari pesisir timur Amerika, dekat pantai Ukraina dan Rusia, termasuk semenanjung Krimea yang sensitif dan disengketakan, seperti dikutip dari Russian Today, Sabtu (10/4/2021).

Kapal-kapal tersebut diungkap jaringan berita NTV yang berbasis di Istanbul sebagai USS Roosevelt, sebuah kapal perusak kelas Arleigh Burke, dan USS Donald Cook, sebuah kapal perusak berpeluru kendali yang sebelumnya dicegat oleh jet Rusia di lepas pantai Kaliningrad, di Laut Baltik.

Manuver itu dilakukan di tengah konflik militer yang meningkat di timur Ukraina antara tentara Kiev dan pasukan separatis di Donbass, yang didukung oleh Moskow. Kremlin menggambarkan situasinya sebagai "menakutkan," dan telah mengadakan pembicaraan minggu ini dengan rekan-rekannya di Washington untuk "menjelaskan" situasinya.

AS, bagaimanapun, telah menyoroti laporan "kredibel" tentang pasukan Rusia berkumpul di perbatasan dengan Ukraina, dan juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengeluarkan "seruan kepada Rusia untuk menahan diri dari tindakan eskalasi." (Jo)