Lintas Daerah

Kapal Berisi 76 Warga Rohingya Terdampar di Aceh

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Nasib malang dialami para warga rohingnya yang terusir dari kampung halamannya. Demi mendapat penghidupan yang lebih aman dan manusiawi, mereka rela terombang-ambing berhari-hari di lautan mencari tempat pengungsian.

Jumat (20/4), tengah hari yang terik beberapa jam usai salat Jumat, pesisir Pantai Kuala Raja, Kabupaten Bireun, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, kedatangan warga etnis Rohingnya.

Sebuah kapal kayu besar dan kumuh yang mereka tumpangi merapat di tepian pantai sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapal tua tersebut berisi 76 warga Rogingya berwajah pilu, seperti kelelahan, tak bertemu dengan daratan dan makanan selama berpekan-pekan.

Mulanya, kapal kayu itu terlihat masih terombang-ambing di pinggiran Pantai Kuala Raja, Bireuen. Warga pesisir yang melihat perahu penuh dengan orang-orang Rohingya, bergegas membantu mendorong perahu hingga benar-benar merapat ke dermaga.

Sebagian besar penumpangnya adalah laki-laki, sisanya perempuan dan anak-anak.

Kapolres Bireuen AKBP Ahmad Arief Sanjaya melalui Kasat Airut Polair, Iptu Amier MZ mengatakan, puluhan warga muslim Rohingnya itu terdampar di pantai Kuala Raja pada pukul 14.00 WIB.

“Warga Rohingnya itu terdiri atas 42 laki-laki, 26 wanita, dan 8 anak-anak,” kata Amier, Jumat (20/4) dikutip Antara.

Menurut pengakuan warga Rohingnya, mereka sudah hampir satu minggu terombang-ambing di laut dengan menggunakan perahu ikan berbobot 10 GT.

Saat ini puluhan warga Rohingnya masih berada di Desa Kuala Raja dan semuanya akan dimandikan, karena sudah sangat lusuh setelah berhari hari di laut.

Ia menyatakan, hampir 80 persen kondisi mereka lemas dan sakit, karena kekurangan bahan makanan.

“Kita sudah koordinasi dengan PMI dan Pemkab Bireuen agar membantu warga Rohingnya, berupa obat-obatan dan makanan serta keperluan lain,” katanya.

Ia menyatakan, imigran Rohingnya diduga akan ke Malaysia dengan tujuan mengungsi dan mencari kerja.

Pemkab Bireuen akan menempatkan para imigran tersebut di Gedung SKB Cot Gapu Bireuen. Pemkab sudah dikoordinasikan dengan pihak Imigrasi Lhokseumawe untuk penanganan lebih lanjut.

“Untuk pengungsi yang sakit kini sudah ditangani pihak medis, katanya. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close