Kanye West Terancam Tak Ada di Surat Suara Pemilu Daerah Asal

Kanye West Terancam Tak Ada di Surat Suara Pemilu Daerah Asal

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Langkah Kanye West menuju pemilihan umum presiden Amerika Serikat kian berat setelah namanya diduga kuat tak akan muncul di surat suara daerah asalnya sendiri, Illinois.

Dugaan kuat ini muncul setelah seorang advokat di Chicago, Ed Mullen, membongkar kabar terbaru dari hasil kasus yang ia tangani.

Mullen merupakan salah satu dari tiga orang yang mengajukan keberatan ke Dewan Pemilu Negara Bagian Illinois untuk mempertanyakan keabsahan pencalonan diri West di sana.

Dilansir CNNIndonesia, untuk dapat mendaftarkan diri sebagai calon presiden dari jalur independen, West harus menyerahkan setidaknya 2.500 tanda tangan dari pemegang hak suara di Illinois.

Berdasarkan laporan Chicago Tribune, West melampirkan 3.218 tanda tangan. Namun ternyata, kini dewan pemilu daerah setempat menyatakan bahwa 1.928 di antaranya tidak valid.

“Dalam kasus saya melawan Kanye West, Dewan Pemilu Illinois menyatakan bahwa dia kekurangan 1.300 tanda tangan sah dari batas minimum, berarti dia secara virtual akan terdepak dari surat suara di Illinois,” kata Mullen sembari mengunggah hasil pemeriksaan dewan pemilu di Twitter.

In my case against #KanyeWest , IL Bd of Elections records examination today finds him 1,300 valid signatures short of minimum required, meaning he is virtually certain to be kicked off ballot in IL. pic.twitter.com/g9e6DESZSb

— Ed Mullen (@edmullen3) August 7, 2020

Kini, pengacara West diberi waktu hingga 21 Agustus untuk mempertahankan 1.928 tanda tangan yang dinyatakan tidak valid itu dengan memberikan bukti keabsahannya.

Ini bukan kali pertama West gagal memasukkan namanya ke dalam surat suara. Sebelumnya, upaya West untuk mendaftarkan diri di New Jersey juga gagal.

Saat ini, nama West hanya terdaftar di tiga negara bagian, yaitu Colorado, Oklahoma, dan Vermont. Ia masih menunggu keabsahan pendaftarannya di lima negara bagian, yaitu Arkansas, Missouri, Ohio, West Virgina, dan Wisconsin.

Sementara itu, West dipastikan tidak dapat mendapatkan suara dari 23 negara bagian lainnya karena tenggat waktunya sudah terlewat.

Sejak awal, West memang sudah diprediksi tidak akan menang dalam pemilu AS. Namun, sejumlah pengamat menganggap kehadiran West dapat menguntungkan Trump.

West dianggap dapat memecah suara untuk Partai Demokrat hingga akhirnya Trump dapat mengumpulkan jumlah elektorat yang cukup agar bisa keluar sebagai pemenang pemilu. (Jo)