Metropolitan

Kampung Bandan Terbakar, 3.500 Warga Mengungsi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tercatat lebih dari 3.500 warga mengungsi akibat kebakaran di Kampung Bandan, Ancol Jakarta Utara. Mereka merupakan warga tiga RT, yakni RT 11, RT 12, RT 13 yang tergabung di RW 5 Kampung Bandan, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan ada 450 Kepala Keluarga (KK) yang menempati Kampung Bandan.

“Lebih dari total 3.500 warga. Sebenarnya warga di sini ada sekitar 2.000 orang, sedangkan 1.500 orang adalah mereka yang kos di tempat ini,” kata Anies, Minggu (12/5).

Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan empat posko pengungsian di sekitar lokasi kebakaran. Selain posko pengungsian, Pemprov DKI juga menyediakan fasilitas kesehatan, pusat pendataan, dan posko bantuan.

Namun demikian, ia menuturkan Pemprov DKI Jakarta belum menghitung estimasi kerugian akibat kebakaran tersebut.

“Tetapi bagi masyarakat di sini ini kerugian luar biasa, karena habis semua punya mereka hanya tinggal bedan. Jadi berapa pun hitungan rupiahnya bagi mereka yang terkena ini habis sebetulnya,” tuturnya.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum ditemukan. Polisi pun masih menyelidiki penyebab kebakaran yang melahap pemukiman warga.

Jago merah melahap rumah warga di Kampung Bandan pada Sabtu (11/5) kemarin pada pukul 14.30 WIB.

Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan baru bisa memadamkan api tiga jam kemudian karena angin berhembus cukup besar sehingga sulit dipadamkan. Bahkan, Dinas Pemadam Kebakaran harus mengerahkan 27 unit kendaraan pemadam untuk menjinakkan si jago merah.

Anies menyatakan Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan empat tenda pengungsian tak jauh dari lokasi kebakaran. Selain itu, Pemprov DKI juga telah menerjunkan tim kesehatan dan menjanjikan membangun kembali rumah para penduduk yang hangus.

“Ibu-ibu kan punya anak-anak. Anaknya jangan melihat ibu sedih. Nanti seragam dikasih, buku dikasih biar anak sekolah. Nanti kita bangun segera (rumah),” ujar Anies.

Anies juga menyatakan akan memulai proses pendataan warga korban kebakaran, untuk segera menyiapkan dokumen pengganti surat-surat warga yang terbakar, baik Kartu Tanda Penduduk (KTP), seritifkat tanah, buku nikah, kartu keluarga (KK), dan surat-surat penting lainnya.

“Semua surat-surat yang dipegang oleh warga itu ada dokumen aslinya di pemerintah baik sertifikat tanah, KTP, KK, jadi jangan khawatir. Selama datang dengan bukti yang lengkap Insya Allah akan bisa diberikan gantinya,” katanya.

Di samping itu, ia memastikan bahwa anak sekolah yang menjadi korban kebakaran tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Tercatat, ada lima anak SD, 27 anak SMP, dan tiga anak SMA yang menjadi korban kebakaran.

“Mereka semua dijamin bisa langsung meneruskan sekolah tanpa ada gangguan. Jadi penanganan emergency sudah dilakukan,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close