Hukum

Kajati Jatim Tolak Buka Blokir Rekening La Nyalla Mattalitti

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Perseteruan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) dengan La Nyalla Mattalitti masih berlanjut. Kali ini Kejati Jatim menolak membuka blokir rekening bank yang diajukan La Nyalla kendatipun putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) telah membebaskannya dari tuduhan korupsi di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jatim.

Putusan kasasi MA yang diajukan Kejati Jatim tersebut memperkuat putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, yang menyatakan Ketua Umum Kadin Jatim itu tidak terbukti melakukan korupsi.

Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung mengatakan, sebelum kasasinya dimentahkan MA pihaknya telah memblokir dua akun rekening di Citibank dan Mandiri, yang dinilai terkait dengan perkara korupsi dana hibah senilai Rp 5,1 miliar di lingkungan Kadin Jatim.

“Pihak bank berkirim surat ke Kejati Jatim mengajukan permohonan agar dua rekeningnya yang kami blokir dapat dibuka kembali. Tapi saya tolak,” katanya pada wartawan, Senin (9/4/2018).

Alasannya, karena Kejati Jatim sampai hari ini belum menerima salinan putusan kasasi dari MA yang diinformasikan telah membebaskan La Nyalla Mattalitti.

“Saya akan buka blokir rekeningnya jika sudah terima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung,” ucapnya.

Pada tanggal 9 April 2018 Maruli genap merayakan ulang tahunnya yang ke- 60 dan akan memasuki masa purna tugas pada awal bulan Mei 2018 mendatang.

Mantan Kepala Kejati Papua itu sejak jauh hari setelah mendengar informasi kasasinya berpihak kepada La Nyalla Mattalitti. Merespons itu,  pihaknya akan melakukan Peninjauan Kembali (PK), dengan mengajukan bukti baru atau novum.

“Tentunya PK baru bisa kami ajukan setelah menerima salinan putusan kasasi Mahkamah Agung,” katanya.

Namun tampaknya salinan putusan kasasi MA itu tidak akan pernah sampai padanya mengingat masa purna tugas Maruli tinggal hitungan hari.

“Saya gak tahu Kepala Kejati Jatim yang baru nanti apa berani melakukan PK kasus ini,” ujarnya.

Maruli menyebut hingga memasuki masa purna tugasnya telah mengabdi di korps adhyaksa selama 58 tahun. Perkara yang sempat memenjarakan La Nyalla Mattalitti itu dinilai yang paling berkesan sepanjang karirnya.

Dia mengaku sebagai orang pertama yang melakukan terobosan hukum dengan selalu mengeluarkan surat perintah penyidikan baru setelah berkali-kali dikalahkan La Nyalla dalam proses praperadilan.

“Terobosan saya ini ditiru Komisi Pemberantasan Korupsi dalam menangani perkara korupsi Setya Novanto,” ujarnya. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close