Internasional

Kaisar Akihito Sakit Anemia Otak

TOKYO, SENAYANPOST.com – Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga mengatakan, Kaisar Jepang Akihito membatalkan tugas resminya pada Senin (2/7/2018) karena sakit.

Ia menambahkan, Kaisar Akihito tiba-tiba merasa sakit dan berkeringat banyak di pagi hari. Permaisuri Michiko segera memerintahkan agar dokter istana memeriksa kondisi kesehatan kaisar.

Dokter mendiagnosis Kaisar Akihito menderita penyakit anemia otak.

“Gejala vertigo dan mual akibat anemia otak, yang memerlukan istirahat penuh dan pemeriksaan lanjutan,” kata Suga.

Anemia otak merupakan suatu kondisi yang dihasilkan akibat aliran darah ke otak tidak mencukupi.

Juru bicara dari Badan Rumah Tangga Kekaisaran mengatakan kepada AFP, Kaisar Akihito dijadwalkan bertemu dengan Putri Ayako, seorang putri dari salah satu sepupunya, untuk mendengar tentang rencana pertunangannya.

“Kami tidak memiliki rincian lebih lanjut tentang kondisi kesehatan kaisar,” ucapnya.

The Asahi Shimbun mewartakan, kondisi kaisar akan terus dipantau selama dia beristirahat di Istana Kekaisaran di Tokyo.

Sebelumnya, dia pernah menjalani operasi jantung dan perawatan untuk kanker prostat. Pada 2016, dia khawatir usianya bakal membuatnya sulit memenuhi tugas.

Dalam konstitusi negara, Kaisar Jepang merupakan simbol negara dan kesatuan rakyat, namun tidak memiliki kekuatan politik.

Kaisar Akihito naik takhta pada usia 56 pada Januari 1989, setelah kematian ayahnya, Kaisar Hirohito.

Berbeda dengan ayahnya yang disembah sebagai dewa sampai akhir Perang Dunia II, Akihito telah mengabdikan dirinya untuk menjadi sosok simbolis seperti yang didefinisikan dalam konstitusi damai Jepang pasca perang.

Kaisar Akihito dijadwalkan akan mengundurkan diri pada 30 April 2019. Putra tertuanya, Putra Mahkota Naruhito yang berusia 58 tahun, akan naik tahta sehari kemudian. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close