Nasional

Kadiv Humas Polri: 70 Persen Pengguna Medsos Menengah Bawah

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Mudahnya warganet terpancing berita hoax karena minimnya pengetahuan lantaran 70 persen pengguna internet berasal dari kalangan menengah bawah.

“Menyaring sebuah informasi adalah hal terpenting. Untuk itu, kita harus pintar menelaah sebuah berita. Pasalnya, informasi dari segala penjuru dunia lewat media sosial, juga menyebabkan banjirnya informasi yang mengandung hoax,” tegas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

Oleh karena itu, Irjen Pol Setyo Wasisto kemudian berpesan kepada warganet untuk selalu menyaring informasi yang masuk sebelum memutuskan untuk membagikan informasi tersebut.

“Pertama kita saring dulu sebelum sharing,” ujar Setyo usai membuka Diskusi Publik Upaya Pencegahan Terhadap Konten Negatif pada Era Keterbukaan Informasi Publik di Hotel Mercure, Surabaya, Senin (7/5/2018).

Tak hanya itu, Setyo mengakui pentingnya literasi dan pemahaman masyarakat terhadap media sosial. Hal ini karena 70% dari 132 juta pengguna media sosial masih mudah diterpa isu hoax karena kurangnya pemahaman atas suatu informasi.

“Pada acara di berbagai daerah, saya selalu menyampaikan perlunya literasi dan pemahaman terhadap media sosial. Karena, mohon maaf, 132 juta pengguna media sosial di Indonesia, 70% pengetahuannya masih menengah ke bawah,” tambah Setyo.

Dalam hal ini, Setyo mencontohkan hoax yang ramai beberapa waktu lalu tentang adanya telur palsu. Dia mengatakan sebelum menelan informasi ini mentah-mentah, masyarakat harus mencerna berapa harga telur di Indonesia dengan ongkos membeli perlengkapan pencetak telur palsu.

“Contoh ada telor palsu, harga telur itu kan per bijinya hanya Rp 2 ribu atau Rp 3 ribu. Kalau kita bikin telur palsu, berapa kira-kira biaya untuk beli alatnya?” ujar Setyo.

Untuk itu, Setyo memberikan tiga tips bagi para pengguna media sosial. Pertama ketika membaca informasi yang diragukan kebenarannya, gunakan logika, apakah berita tersebut masuk di logika atau tidak.

“Pertama, logika apakah berita yang kita terima masuk logika apa tidak,” ujar Setyo.

Sementara, untuk tips kedua dan ketiga, Setyo mengatakan ada etika dan estetika yang dapat diketahui apakah berita tersebut baik atau buruk.

“Jangan terlalu cepat menjudge karena belum tentu kabar tersebut benar,” tambahnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close