Lintas Daerah

Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

SUMSEL, SENAYANPOST.com – Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, menyebabkan jarak pandang terbatas dan dapat mengganggu kesehatan, Jumat (5/10/2018).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, saat ini Nilai Ambang Batas (NAB) konsentrasi partikulat (PM10) di Palembang sebesar 239 atau berada dikategori tidak sehat yang diakibatkan dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Sumsel.

Akibat terjadinya kemarau di wilayah Sumsel yang menyebabkan kebakaran hutan, lahan gambut dan kekeringan dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan udara dan kondisi ini dikuatirkan membahayakan kesehatan masyarakat, terutama peningkatan kasus diare dan ISPA.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia mengatakan, pada kemarau penyakit yang rentan menyerang masyarakat, khususnya anak-anak pada musim kemarau saat ini adalah batuk, demam, diare, dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). “Pada usia dini (anak-anak) ketahanan tubuhnya rentan dengan kemasukan virus,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pihaknya melakukan antisipasi, antara lain meningkatkan upaya pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kemudian, gunakan masker jika keluar rumah untuk mengurangi terhisapnya kabut asap dan debu akibat kekeringan.

“Pakai kacamata juga bisa untuk menghindarkan iritasi mata,” jelasnya.

Ia menyarankan, untuk menyediakan air bersih yang cukup untuk keperluan sehari-hari. Sementara, daerah endemis diare hendaknya didistribusikan penjernih air cepat seperti tawas dan kaporit. Selain itu, menyediakan sarana pembuangan air limbah dan membuang sampah pada tempatnya.

“Tak lupa kami lakukan pemantauan kasus harian dan mingguan di Puskesmas dan Rumah Sakit serta penyediaan logistik dan obat-obatan yang cukup,” paparnya.

Melihat situasi tersebut, berharap kepada masyarakat lebih waspada terhadap serangan penyakit yang biasa menyerang saat musim panas ini.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close