Ekonomi

Jusuf Kalla Bersyukur Kebijakan Pemerintah Bikin Rupiah Menguat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, kebijakan pemerintah untuk menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah mulai terlihat.

“Sudah terbukti hari ini lebih rendah dibanding kemarin kan?,” kata JK di Jakarta, Kamis (6/9)

Menurut dia, penguatan nilai tukar rupiah ini disebabkan oleh upaya yang dilakukan pemerintah untuk menggenjot mata uang Indonesia itu.

Jusuf Kalla juga menilai, pemerintah relatif mampu menjaga nilai tukar rupiah agar tidak terus terperosok karena ditekan oleh penguatan nilai tukar dollar AS.

“Baguslah ada pengaruh daripada kebijakan pemerintah. Artinya jam-jam ini turun,” jelas Kalla.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar AS sejak setahun belakangan.

Bahkan, rupiah sempat melampaui nilai Rp 15.000 beberapa waktu lalu.

Pemerintah bersama dengan berbagai otoritas terkait, terutama Bank Indonesia (BI) terus memutar otak dan mengeluarkan berbagai jurus untuk menjaga stabilitas fundamental ekonomi dan juga rupiah.

Salah di antaranya adalah dengan melakukan intervensi ganda di pasar valuta asing.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menuturkan, hingga Selasa (5/9), BI telah mengeluarkan Rp11,9 triliun baik di pasar valuta asing maupun membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“Sejak Kamis, Jumat, Senin, Rabu kita intervensi jumlahmya meningkat. Juga di pasar sekunder koordinasi dengan Kemenkeu (Kementerian Keuangan), pembelian SBN tidak hanya stabilkan pasar SBN tapi juga mendukung stabilitas nilai tukar, agar suhu badan kita turun. Hari Kamis kita beli Rp3 triliun, Jumat Rp4,1 triliun, Senin Rp3 triliun, dan kemarin Rp 1,8 triliun,” jelasnya pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (5/9).

Perry Warjiyo menjelaskan, intervensi ganda merupakan salah satu bentuk langkah jangka pendek untuk stabilkan rupiah.

Selain itu, Perry menambahkan, hal terpenting dalam menjaga stabilitas rupiah adalah dengan menyeimbangkan tingkat depresiasi serta volatilitas nilai tukar tersebut.

“Yang paling penting adalah menjaga tingkat depresiasi agar tidak oversoothing sehingga kalau memang terjadi depresiasi tidak mendadak, tetapi secara gradual,” ucapnya.

Perry menyebutkan, hingga saat ini Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengawal ketat rupiah seperti meningkatkan suku bunga acuan, intervensi ganda di pasar valas, serta menawarkan swap dengam biaya yang lebih murah.

• Dua Ajudan Presiden Ungkap Kebiasaan Jokowi saat Foto Bersama Warga: Harus sampai Bagus

Mengutip bi.go.id, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah, pada Kamis (6/9/2018), berada di posisi Rp 14.891 per dolar AS.

Sedangkan, pada Rabu (5/9/2018) kemarin, nilai tukar rupiah berada di Rp 14.927 per dollar AS.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close