Jumlah Pengungsi Merapi di Jateng-DIY Capai 1.457 Orang

Jumlah Pengungsi Merapi di Jateng-DIY Capai 1.457 Orang
Pengungsi Merapi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Warga yang mengungsi menyusul status Siaga atau level III Gunung Merapi mencapai 1.457 orang. Jumlah tersebut berasal dari desa-desa di 4 kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berada di lereng Merapi.

Keempat kabupaten itu masing-masing Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten di Jateng, serta Kabupaten Sleman di DIY.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menjelaskan dari data sementara ada total 196 orang yang terdiri dari kelompok rentan dan dewasa dari Dusun Kalitengah Lor yang mengungsi di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

"Untuk pengungsi di Kabupaten Sleman DIY jadi kondisi sampai tadi malam ada 196 orang itu terdiri dari kelompok rentan 167," kata Biwara dalam zoom meeting BNPB dan Pemda DIY-Jateng, Jumat (13/11).

Biwara merinci 167 kelompok rentan itu terdiri dari lansia 86, anak-anak 24, balita 25, ibu hamil 1, ibu menyusui 17, dan disabilitas 14.

"Jadi itu yang menempati barak pengungsian (Balai Desa) Glagaharjo dan SD Muhammadiyah Cepitsari Glagaharjo. Itu masih satu komplek," katanya.

Di sisi lain, pihaknya juga sudah menyiapkan barak pengungsian Gayam, Desa Argomulyo, Cangkringan untuk mengantisipasi jika ada penambahan pengungsi.

"Sudah kita siapkan barak di Padukuhan Gayam, Argomulyo. Itu sudah siap apabila nanti ada tambahan warga yang turun," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jateng Safrudin mengatakan total pengungsi Merapi di tiga kabupaten mencapai 1.261. Dari jumlah tersebut termasuk 479 pendamping. Mereka mengungsi dari desanya ke desa-desa pendamping.

"Pengungsi jadi total dari tiga kabupaten ada 1.261 pengungsi itu kelompok rentan. Selain itu ada pendamping 479, sehingga total pengungsi 1.261," kata Safrudin.

"Dari Kabupaten Magelang total 808," ujarnya.

Jumlah di Magelang tersebut di antaranya terdiri dari 109 anak-anak, 182 balita, 179 lansia dan lain sebagainya.

Di Kabupaten Klaten total ada 325 orang mengungsi. Mereka terdiri dari anak-anak 54, balita 33, lansia 50, ibu hamil 5, ibu menyusui 6, difabel 9, dan pendamping 168.

"Di Boyolali di Desa Tlogolele. Ada 128 pengungsi terdiri dari anak-anak 20, balita 35, lansia 24, ibu hamil 5, difabel 4, pendamping 40," katanya.

Sebelumnya, BPPTKG telah menaikkan status Gunung Merapi dari Waspada atau level II ke Siaga atau level III sejak 5 November lalu. BPPTKG pun meningkatkan radius potensi bahaya dari 3 Km menjadi 5 Km dari puncak Gunung Merapi.