Jumlah Pengangguran di Indonesia Naik Jadi 16,5 Juta

Jumlah Pengangguran di Indonesia Naik Jadi 16,5 Juta
Ilustrasi pencari kerja di Indonesia

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM, Bahlil Lahadalia, menyatakan angka pengangguran di Indonesia terus meningkat. Jumlah tersebut kian naik lantaran banyaknya pekerja yang jadi korban PHK di tengah pandemi COVID-19.

Menurut Bahlil, setidaknya saat ini total pengangguran di Indonesia sudah mencapai angka 16,5 juta orang.

Jumlah itu berdasarkan hitungan Bahlil, terdiri dari 7 juta pengangguran yang sudah ada, ditambah 2,5 juta tambahan angkatan kerja per tahun, serta korban PHK yang saat ini mencapai angka 7 juta.

"Sekarang jumlah pengangguran tambah hari tambah naik. Kita punya pengangguran sekarang 7 juta existing, angkatan kerja 2,5 juta, dan sekarang korban PHK ada 7 juta. Jadi sekarang ada 16.500.000," ujar Bahlil dalam virtual conference membahas RUU Cipta Kerja, Selasa (8/9).

Demi mengatasi kian banyaknya pengangguran ini, menurutnya Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, mesti segera disahkan. Keberadaan undang-undang sapujagad itu, kata Bahlil, bakal bermuara pada terbukanya lapangan pekerjaan. Sehingga dia berharap RUU Cipta Kerja bisa disahkan sesuai skenario pemerintah, yakni paling lambat akhir Oktober 2020.

Ia memproyeksikan, undang-undang ini akan memudahkan BKPM mencari investasi sebanyak-banyaknya. Sehingga akan banyak tercipta lapangan pekerjaan baru dari upaya tersebut.

"Ini bukan undang-undang masa lalu, ini undang-undang masa depan. Karena 16,5 juta tenaga kerja itu tidak mungkin menyuruh mereka jadi PNS atau tentara, bicara lapangan kerja apapun kalau tidak ada investasi tidak bisa," pungkas Bahlil.