KesehatanLintas DaerahTak Berkategori

Jumlah Penderita Hepatitis A di Pacitan Kian Bertambah

PACITAN, SENAYANPOST.com – Langkah Pemkab Pacitan untuk mengeliminir menyebarnya penyakit Hepatitis A belum berhasil. Penyakit hepatitis A yang melanda Kabupaten Pacitan kasusnya terus bertambah. Menurut data yang dikeluarkan Dinkes Pacitan, tercatat pada hari Jumat (28/6/2019) lalu ada 877. Bertambah 80 penderita pada Minggu (30/6/2019) menjadi 957 orang.

”Kecamatan Sudimoro masih menjadi yang terbanyak dengan 524 penderita. Memang Sudimoro menjadi awal penyebaran virus hepatitis A tersebut,” kata Kadinkes Pacitan Eko Budiono, Minggu (30/6/2019).

Eko mengungkapkan sejak seminggu yang lalu, pihaknya bekerjasama dengan BPBD Pacitan melakukan droping air. Ke beberapa tempat seperti Sudimoro, Ngadirojo dan beberapa daerah lainnya yang sumber airnya digunakan secara berkelompok. Eko menyebut daerah tersebut merupakan wilayah pegunungan kapur jadi kesulitan air bersih.

”Ini merupakan bagian pengontrolan virus hepatitis A agar tidak semakin menyebar,” pungkasnya.

Segala upaya dilakukan Pemkab Pacitan untuk warganya supaya tidak tertular virus hepatitis A. Virus yang bisa membuat mual, diare dan matanya kuning bagi orang yang terjangkit itu, menjadi momok untuk masyarakat di kota 1001 goa tersebut. Pemkab setempat terus bekerja keras guna memutus rantai penularan penyakit hepatitis A, yang sudah menyerang 877 warga Pacitan. Salah satunya dengan membagikan bahan disinfektan kepada warga di wilayah terdampak.

”Selain membagikan disinfektan, kami juga melakukan sosialisasi budaya hidup bersih,” kata Petugas Publis Safety Center Dinkes Pacitan Ayu Trisna.

Ayu mengungkapkan disinfektan yang dibagikan Dinkes Pacitan antara lain kaporit, lysol dan sabun cuci tangan. Dia menyebut kaporit untuk digunakan pada sumber air maupun bak penampungan. Sedangkan cairan lysol untuk membersihkan lantai rumah dan kamar mandi dari paparan dari virus tersebut.

Sementara pemberian sabun cuci tangan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membersihkan tangan hendak menjamah makanan maupun setelah melakukan aktivitas di luar rumah.

”Disinfektan yang dibagikan ini untuk mematikan semua bakteri yang masuk di lingkungan penderita. Jadi 3 barang tersebut bisa untuk pencegahan penyebaran dan memutuskan rantai penularan,” ungkapnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close