Jubir OPM: Penyelesaian Konflik Papua dengan Pemerintah, Bukan dengan Senjata

Jubir OPM: Penyelesaian Konflik Papua dengan Pemerintah, Bukan dengan Senjata
Sebby Sambon | Gatra.com

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambon menyambut baik keinginan Presiden Joko Widodo terkait penyelesaian konflik Papua tak bisa dilakukan hanya dengan senjata.

Bahkan kata Sebby, pihaknya telah lebih dulu menggaungkan perundingan jauh sebelum Jokowi mengatakan hal tersebut melalui Menko Polhukam Mahfud MD.

"Kami sudah ajukan perundingan untuk selesaikan konflik bersenjata antara Pasukan TPNPB-OPM dan Pemerintah Indonesia, bukan dengan TNI/Polri," kata Sebby melalui pesan singkat dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (15/6/2021).

Meski begitu, dia tak ingin perundingan hanya dilakukan dua pihak. Harus ada pihak ketiga sebagai penengah saat perundingan dilakukan.

Pihak itu kata Sebby harus berasal dari organisasi netral. Misalnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pastinya, kata dia, pihaknya memang setuju dengan niat baik Jokowi yang tak ingin ada konflik senjata di tanah cendrawasih.

"Jadi niat baik Presiden itu mungkin kami setuju, tapi dengan syarat perundingan segi tiga yang boleh dimediasi oleh Badan Organisasi PBB," kata dia.

"Banyak kali kami sudah memberitahukan kepada Pemerintah Indonesia melalui berbagai Medias, jadi kami tunggu keseriusan dari Presiden Indonesia Joko Widodo," jelasnya menambahkan.

Sebby mengatakan keinginan mediasi ini bahkan telah pihaknya sampaikan sejak 2019 lalu. Dia juga tak menolak jika perundingan tak dilakukan di Papua atau Indonesia.

"Di negara yang netral. Negara mana saja yang tim mediator siapkam. Atas persetujuan PBB," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberi arahan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terkait penyelesaiam konflik di Papua. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan persoalan yang selama ini terjadi di Papua dan Papua Barat tak bisa diselesaikan hanya dengan senjata dan letusan perang.

Jokowi kata Mahfud, menginginkan pendekatan kesejahteraan sebagai modal utama penyelesaian konflik di Papua.

"Prinsipnya sesuai arahan presiden, menyelesaikan persoalan di Papua jangan dengan senjata dan letusan, tapi dengan dialog demi kesejahteraan," kata Mahfud dikutip dari akun YouTube resmi Polhukam RI, Selasa (15/6).