Juara US Open 2020, Ini Profil Naomi Osaka

Juara US Open 2020, Ini Profil Naomi Osaka
Petenis Jepang, Naomi Osaka. (foto tempo.co)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Turnamen tenis US Open 2020 berhasil dijuarai oleh Naomi Osaka dari Jepang. Di final yang berlangsung di Flushing Meadows, New York, Ahad WIB, ia mengalahkan Victoria Azarenka dari Belarus dengan skor 1-6 6-3 6-3.

Berikut sejumlah fakta soal sosok Naomi Osaka: 

Lahir: 16 Oktober 1997 di Osaka, Jepang

Juara Grand Slam: 3 kali (US Open 2018, 2020; Australia Open 2019)

BIODATA

• Lahir dari seorang ibu asal Jepang dan seorang ayah asal Haiti, Osaka tumbuh besar dengan mengidolakan juara Gran Slam 23 kali Serena Williams.

• Pindah ke New York saat berusia tiga tahun dan beralih ke tenis profesional pada 2013 dalam usia 15 tahun.

• Bermain untuk pertama kalinya dalam undian utama turnamen WTA di Stanford pada 2014. Mengalahkan Sam Stosur pada babak pertama sebelum dikalahkan Andrea Petkovic.

KARIER

• Melakukan debut Grand Slam sebagai petenis kualifikasi Australia Open pada 2016 dengan mengalahkan Elina Svitolina pada babak kedua sebelum dikalahkan Azarenka.

• Masuk 100 besar dunia untuk pertama kalinya pada April 2016 dan memuncaki 50 besar kemudian dalam tahun yang sama.

• Dinobatkan sebagai "Pendatang Baru Terbaik" WTA 2016 setelah maju ke babak ketiga dalam tiga Grand Slam dan mencapai final WTA pertamanya.

• Memenangkan gelar WTA pertamanya pada Maret 2018 di Indian Wells setelah mengalahkan Maria Sharapova, Karolina Pliskova dan Simona Halep.

• Mengalahkan Serena Williams dalam final US Open 2018 untuk merebut gelar Grand Slam pertamanya dan finis tahun itu sebagai peringkat keempat dunia.

• Mengalahkan Petra Kvitova pada final Australia Open 2019 untuk menjadi petenis pertama sejak Jennifer Capriati pada 2001 yang menjuarai kembali Grand Slam setelah yang pertama.

• Mengalahkan Azarenka untuk menjuarai US Open kedua kalinya. Karena pandemi COVID-19, pertandingan di lapangan keras ini tidak dihadiri penonton. Dia masuk lapangan dalam tujuh pertandingan di Flushing Meadows dengan mengenakan masker wajah bertuliskan nama warga kulit hitam Amerika yang menjadi korban diskriminasi ras.