Hukum

Jual Beli Jabatan di Kemenag, KPK Mulai Periksa Calon Rektor UIN

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan, penyidk KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap calon rektor Universitas Islam Negeri (UIN) di sejumlah daerah Indonesia.
Hari Senin (17/6/2019) ini, sebanyak 7 orang rektor maupun guru besar UIN dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di KPK terkait kasus dugaan jual-beli jabatan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Mereka yakni, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Ali Mudlofir; Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Masdar Hilmy; Guru Besar sekaligus Dekan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya, Akh Muzakki; Rektor IAIN Pontianak, Syarif; Dosen IAIN Pontianak, Wajidi Sayadi; Wakil Rektor I IAIN Pontianak, Hermansyah; serta Retor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Warul Walidin.

“KPK mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah calon rektor UIN sebagai saksi hari ini. Keterangan mereka dibutuhkan dalam perkara dengan tersangka RMY (Romahurmuziy),” kata Febri Diansyah, di Jakarta, Senin.

Menurut Febri, para saksi tersebut akan didalami keterangannya terkait proses seleksi untuk menjadi rektor UIN. Diketahui, sebelum menjabat rektor ataupun guru besar di UIN, para saksi sempat melalui proses seleksi di bawah lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

“Dibutuhkan keterangan sebagai saksi untu menjelaskan proses seleksi Rektor UIN yang pernah dijalankan,” terangnya.

‎Sekadar informasi, KPK mulai mengembangkan kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag. KPK mulai menyelidiki dugaan korupsi sistem pemilihan rektor perguruan tinggi dibawah Kementerian Agama (Kemenag).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Ketum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag). (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close