Bulu TangkisNasional

Jonatan Christie dkk Tak Dapat Jatah CPNS 2018

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan ada 298 atlet yang sudah melakukan pemberkasan langsung melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menjadi calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018.

Meski demikian, peraih medali emas di Asian Games 2018 seperti Jonatan Christie atau Jojo dan kawan-kawan belum berkesempatan untuk jadi CPNS di angkatan ini.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga nomor 6 tahun 2018, kata Ridwan, atlet yang diterima untuk menjadi CPNS adalah mereka yang minimal meraih medali perunggu pada Olimpic dan atau Paralympic Games tahun 2016 dan atau Kejuaraan Dunia tahun 2016 yang diakui oleh federasinya.

“Selain itu adalah atlet yang minimal meraih medali perak pada Asian Games dan atau Asian Para Games tahun 2014 dan atau Kejuaran Asia tahun 2014 yang diakui oleh federasinya,” sambung Ridwan, Selasa (16/10/2018).

Atlet peraih medali emas pada Sea Games dan atau Asean Para Games tahun 2015 dan atau tahun 2017 dan atau Asia Tenggara tahun 2017 yang diakui setingkat oleh federasinya juga akan diterima sebagai CPNS.

Ada 300 atlet yang sebenarnya bisa mendaftar, namun dua di antaranya memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan tersebut.

“Bagaimana dengan Jojo dan teman-teman di 2018? Menurut pasal H Permenpora 6 2018 mereka tidak termasuk yang eligible untuk mendaftar. Jadi jangan harap mas Jojo akan masuk di sini mungkin di kesempatan lain. Saya tidak tahu,” ujarnya.

Pendaftaran 298 atlet itu rupanya berbeda dari pendaftar CPNS lainnya. Kemenpora secara langsung memfasilitasi pengumpulan berkas dan memberikannya kepada BKN untuk dimasukkan datanya ke dalam sistem SSCN.

Menurut Ridwan hal itu lantaran Kemenpora sendiri yang ingin memastikan seluruh atlet berprestasinya terabsorbsi menjadi CPNS.

“Kemenporanya sendiri terus terang dari atlet itu kan secara umum tidak terlalu rigid dengan masalah adminitrasi, jadi masalah KTP-nya itu mungkin malah ada yang belum e-KTP terus kemudian dibantu karena putra putri daerah. Yang penting Kemenpora ingin memastikan bahwa 298 itu memang mereka yang sudah masuk ke radar mereka,” papar Ridwan.

Para atlet nantinya akan melewati tahapan seleksi, yang sebenarnya lebih kepada formalitas saja. Sebab, atlet dengan nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berapa pun akan diterima.

“Mereka akan tetap ikut SKD tetapi passing grade mereka adalah dengan nilai terbawah (yang ikut seleksi). Misalnya yang terbawah 180 ya itu passing grade-nya alias semuanya akan diterima,” ujar Ridwan.

Setelah diterima, para atlet akan ditempatkan di Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) di daerah-daerah. Pemerintah saat ini masih menyiapkan mekanisme agar semua atlet bisa menjadi pelatih yang baik di daerah masing-masing.

“Kita harus tahu bahwa tidak semua atlet bisa jadi pelatih yang baik. Jadi memang harus ada mekanisme tertentu di sana yang menjamin bahwa semua atlet yang berprestasi internasional itu bisa masuk ke dalam sistem menjadi guru yang baik bagi teman-teman yang ada di daerah,” pungkasnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close