Nasional

Jokowi Targetkan Uji Spesimen Corona 20 Ribu Per Hari

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan target pengujian spesimen Covid-19 menjadi 20 ribu per hari. Jokowi mengklaim target pengujian spesimen 10 ribu per hari telah berhasil dicapai.

“Pengujian spesimen saya sampaikan terima kasih target pengujian spesimen 10 ribu terlampaui. Target berikutnya ke depan adalah 20 ribu per hari,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Kamis (4/6).

Jokowi meminta jajarannya segera menyiapkan berbagai kebutuhan agar mampu mencapai target uji spesimen 20 ribu per hari. Ia juga meminta agar proses pelacakan pada warga terpapar Covid-19 bisa dilakukan lebih agresif dengan bantuan teknologi komunikasi.

“Sekali lagi saya minta pelacakan agresif dilakukan lebih agresif lagi dengan bantuan sistem teknologi komunikasi dan bukan cara-cara konvensional lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi menargetkan uji spesimen Covid-19 dapat mencapai 10 ribu per hari. Namun, Staf Khusus Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Alex K. Ginting mengatakan mustahil melakukan tes memakai metode polymerase chain reaction (PCR) sebanyak 10 ribu per hari.

Target Jokowi itu sempat sulit dicapai. Namun, beberapa kali gugus tugas Covid-19 berhasil melakukan tes 10 ribu spesimen per hari. Akan tetapi dalam satu minggu terakhir ini, tes spesimen belum konsisten 10 ribu per hari.

Terhitung sejak 28 Mei, tes PCR sebanyak 11.495 spesimen per hari. Kemudian 29 Mei sebanyak 10.639 spesimen, 30 Mei sebanyak 11.361 spesimen, 31 Mei sebanyak 11.470 spesimen, 1 Juni sebanyak 10.039 spesimen, 2 Juni sebanyak 9.049 spesimen, dan 3 Juni 11.970 spesimen.

Sampai kemarin, Rabu (3/6), total yang telah diperiksa terkait Covid-19 sebanyak 354.434 spesimen dari 246.433 orang.

Sementara jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 28.233 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh 8.406 orang dan 1.698 orang lainnya meninggal dunia.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close