Internasional

Jokowi: pulau lokasi empat sandera Indonesia sudah diketahui

 

Presiden Joko Widodo mengatakan, sudah mengetahui lokasi empat sandera warga Indonesia yang masih disekap terduga kelompok radikal di Filipina.

“Yang jelas lokasinya kita sudah tahu, di pulau mana kita sudah tahu, tetapi sekali lagi ini faksinya berbeda dengan yang kemarin,” kata Jokowi kepada wartawan sebagaimana disiarkan Sekretariat Kabinet.

“Jadi, ya yang kemarin kan komunikasinya juga lama dan sangat sulit, yang ini sudah ketemu lokasi, ketemu pulaunya dan kita akan bangun komunikasi lagi,” tambah Presiden pula, di Istana Kepresidenan Yogyakarta, usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Panglima Militer dari Filipina dan Malaysia, membahas keamanan perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

Presiden tidak memberikan paparan lebih jauh terkait upaya membebaskan empat sandera itu.

Empat WNI tersebut adalah anak buah kapal (ABK) kapal tunda TB Hendry dan kapal tongkang Christy yang diculik pada pertengahan April lalu di perairan perbatasan Malaysia-Filipina.

Mereka adalah Mochammad Ariyanto Misnan (nakhoda), Lorens MPS, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir.

Pekan lalu, 10 sandera Indonesia lainnya sudah dibebaskan.

Patroli bersama

Dalam pertemuan di Yogyakarta, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Mensesneg Pratikno. Sementara perwakilan dari Malaysia terdiri dari Menlu Dato’ Sri Anifah Aman dan Panglima Angkatan Bersenjata Tan Sri Dato’ Sri serta dari Filipina hadir Menlu Jose Rene D Amendras dan Plt Panglima Filipina Caesar C Taccad AFP

Kepada wartawan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan pertemuan ini membahas empat hal yang detilnya akan dirundingkan lebih jauh oleh para Menlu dan Panglima ketiga negara.

“Pertama, untuk patroli bersama akan lebih didetilkan untuk di lapangannya nanti akan seperti apa, bagaimana kerja samanya,” kata Presiden.

Kedua, mengenai kalau ada kejadian di lapangan, tindakan-tindakan apa yang akan dilakukan.

Ketiga, mengenai tukar menukar informasi yang secepat-cepatnya.

“Ini akan dilakukan dan membuka hotline antara crisis center yang di sini dengan Flipina dan Malaysia,” terang Presiden Jokowi.

Ke-empat, lanjut Presiden, Panglima dari ketiga negara diarahkan agar membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas sehingga langkah-langkah bertindak itu bisa kita lakukan bersama-sama.

Tak bisa bicara

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan dalam kesempatan sesudahnya, bahwa Indonesia dari waktu ke waktu terus memantau keberadaan para sandera Indonesia.

“Mereka ada di mana, kelompok mana yang memegang dan sebagainya, dipantau terus. Dan kita sudah terus meningkatkan koordinasi untuk pelepasan empat sandera tersebut,”katanya kepada wartawan.

Menurut Retno, ia juga juga sudah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Filipina.

“Kita kembali meningkatkan kerja sama koordinasi kita dengan pemerintah Filipina untuk pelepasan empat sandera. Informasi yang lebih detail sudah saya peroleh kemarin sore, kita bandingkan catatan informasi dari berbagai pihak. Dan kita sudah tahu, mereka dalam keadaan baik,” tambah Retno.

Retno juga menyatakan bahwa sudah ada komunikasi, baik dengan sandera maupun penculiknya.

Namun apa yang diinginkan penyandera, katanya, “Saya tak bisa bicara.”

Sumber:

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/05/160505_indonesia_jokowi_tiga_negara

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close