Nasional

Jokowi Enggan Komentari Rekaman Rini-Sofyan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Presiden Jokowi enggan mengomentari rekaman percakapan antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir yang diduga membahas masalah ‘bagi-bagi fee’.

“Saya tidak mau komentar sebelum semuanya jelas” ujar Jokowi di Jakarta, Senin (30/4/2018).

Rini juga buka suara atas viralnya rekaman pembicaraan dengan Sofyan. Rekaman tersebut tidak terkait bagi-bagi fee proyek.

Baca juga: Heboh Percakapan Rekaman Menteri Rini-Dirut PLN Menggelinding ke DPR

Rini mengaku, pihaknya tak mengingat kapan pembicaraan itu dilakukan. Namun, Rini mengatakan, pembicaraan tersebut terkait pembangunan penyimpanan (storage) gas.

“Pak Sofyan (Direktur Utama PLN) sudah jelas kalau itu adalah apa namanya kapan ya saya juga udah nggak ingat kapan pembicaraan. Saya dengan Pak Sofyan membicarakan mengenai ada proposal untuk apa namanya storage gas yang kemudian minta offtake dari Pertamina tapi kemudian minta offtake juga dari PLN berarti kan kita menjadi punya risiko,” kata Rini, Sabtu (29/4).

Sofyan mengatakan bahwa pembicaraan tersebut dilakukan pada akhir 2016. Sofyan mengaku saat itu tengah berkonsultasi dengan Rini terkait investasi PLN dan Pertamina dengan perusahaan swasta di bidang penyediaan energi.

“Pertama kali komunikasi kalau tidak salah akhir 2016. Saya tahu itu direkam, tapi enggak tahu kok dipotong-potong gitu lho,” kata Sofyan.

Baca juga: Rini akan Polisikan Penyebar Rekaman Pembicaraan dengan Dirut PLN

Ia juga akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Sebab, percakapan itu diduga sengaja dipotong agar menimbulkan makna berbeda.

“Kayaknya gitu, kami akan masuk ke ranah hukum. Kalau itu lempeng-lempeng aja (tidak dipotong) bagus,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close