Tokoh

Jokowi di Posisi ke-13 Muslim Berpengaruh di Dunia

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada di posisi atau peringkat ke-13 daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Posisi Jokowi naik tiga peringkat dari daftar yang sama pada tahun sebelumnya.

RISSC menilai masuknya Presiden Jokowi mununjukkan bahwa beliau tidak diragukan pendiriannya terhadap Islam dihadapan dunia internasional.

“Dengan adanya serangan oposisi yang meragukan pendiriannya terhadap Islam, Jokowi menunjuk Ma’ruf Amin (rais aam PBNU) sebagai wakil presiden. Jokowi pun terpilih menjadi presiden untuk kedua kali pada Pilpres April 2019 dengan perolehan suara 55,5%,” ungkap RISSC, Sabtu (5/10/2019).

Prestasi yang dicatatkan Jokowi ini memang istimewa sebab Jokowi merupakan presiden pertama Indonesia yang bukan berasal dari kalangan elite militer atau politik. Dia lahir dari keluarga sederhana di Jawa Tengah.

Ayahnya menjalankan bisnis furnitur yang terkadang tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi tetap berjuang demi menyekolahkan Jokowi hingga lulus kuliah.

Jokowi sempat bekerja selama tiga tahun di perusahaan kehutanan di Aceh. Dia terpilih menjadi wali kota Solo pada 2005, gubernur Jakarta pada 2012, dan presiden Republik Indonesia pada 2014. RISSC menyatakan Jokowi sukses menjaga reputasinya sebagai seorang politikus yang bersih.

“Jokowi juga dikenal sebagai pejabat pemerintah yang membudayakan blusukan, yakni mengunjungi, melihat, dan mendengar langsung keluhan warga,” ungkap RISSC.

Sementara itu, RISSC menyatakan KH Said Aqil Siradj masuk Muslim Paling Berpengaruh lantaran dia saat ini memimpin organisasi muslim independen terbesar di Indonesia dan salah satu organisasi Islam paling berpengaruh di dunia.

Tokoh Indonesia lain yang masuk daftar ialah Habib Lutfhi (ketua Forum Sufi Internasional), Muhammad Din Syamsudin, KH Achmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Ahmad Syafii Maarif, Anis Matta, Letjen Jenderal Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, Miftahul Achyar (rais aam PBNU), KH Ma’ruf Amin, Haedar Nasir (ketua umum PP Muhammadiyah), KH Yahya Cholil Staquf (katib aam PBNU), dan Abdullah Gymnastiar.

Kemudian KH Quraish Shihab, Haidar Bagir, Sri Mulyani Indrawati, Tri Mumpuni, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Hajjah Maria Ulfah, dan Goenawan Mohamad.

Semuanya dinilai memiliki pengaruh besar. Namun, di luar 50 besar, daftar itu diurutkan berdasarkan kategori, benua, negara, dan nama tokoh.

Jumlah populasi muslim di dunia mencapai 1,93 miliar atau 1/4 dari total populasi dunia.

Selain menjadi warga negara di negaranya masing-masing, muslim juga beranggapan seluruh umat Islam di dunia sebagai saudara.

“Pengaruh didefinisikan sebagai orang yang memiliki kekuasaan, baik secara budaya, ideologi, keuangan, ataupun politik, untuk memberikan perubahan dan dampak yang signifikan terhadap muslim di dunia,” ungkap RISSC.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close