Ekonomi

Jokowi Cicil Utang hingga Rp1.600 Triliun

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Utang pemerintah era Jokowi-JK menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Pasalnya, ada tambahan utang sepanjang Jokowi menjabat yakni sekitar Rp1.644,22 triliun.

Angka itu berasal dari perhitungan jumlah utang pemerintah pada 2014 sebesar Rp2.608,8 triliun, kemudian bertambah menjadi Rp4.253,02 triliun per Juli 2018.

Namun yang luput menjadi perhatian publik, pemerintahan Jokowi sebenarnya selain menambah utang juga melakukan pembayaran utang.

“Sebenarnya pemerintahan Jokowi selain menambah utang juga mengurangi utang, ini yang tidak ketahui juga,” kata Direktur Strategi dan Portfolio Utang Ditjen PPR, Schneider Siahaan dikutip dari detikcom, Selasa (21/8/2018).

Menurut data Kementerian Keuangan, total utang jatuh tempo dari 2014 hingga 2018 yang dibayarkan pemerintah mencapai Rp1.628 triliun yang terdiri dari pinjaman dan surat berharga negara (SBN).

Pada 2014 pemerintahan Jokowi membayar utang jatuh tempo sebesar Rp237 triliun, pada 2015 sebesar Rp226,26 triliun, 2016 sebesar Rp322,55 triliun, 2017 sebesar Rp350,22 triliun dan 2018 sebesar Rp492,29 triliun.

“Pak Jokowi dan Menteri Keuangannya juga bekerja keras melunasi utang dari pemerintahan sebelumnya,” katanya.

Menurutnya utang merupakan salah satu alat bagi pemerintah untuk mewujudkan visi dan misi kampanyenya. Sehingga wajar jika pemerintah menambah utang dengan tujuan hal yang produktif.

“Utang ini kan efek saja akibat belanja yang diarahkan untuk pembangunan untuk masyarakat dengan tujuan adil dan makmur. Tanpa ada tujuan yang ingin dicapai, bisa saja tak ada utang,” jelasnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close