Politik

Jokowi Centre: Karakter Milenial yang Cocok Jadi Menteri

JAKARTA,SENAYANPOST.com – Sekretaris Jenderal Jokowi Centre Imanta Ginting mengungkapkan intervensi dan penetrasi teknologi dalam keberlangsungan peradapan bangsa tidak bisa ditawar lagi. Sehingga diperlukan percepatan regenarasi kepemimpinan di semua lini.

“Terkait penyusunan Kabinet Jokowi Jilid II sudah sepantasnya mengakomidir unsur-unsur generasi muda atau sering disebut milenial,” ucapnya, 30 Juli 2019 seperti dilansir tegar.

Menurut dia, hal ini menjadi sebuah tuntutan karena penyelenggaran negara kedepannya membutuhkan sumber daya manusia yang betul-betul bisa beradaptasi dan memimpin perubahan dengan cepat.

Hal itu dapat dilakukan melalui kemampuan pemanfaatan dan temuan teknologi dalam meretas kekakuan birokrasi menjadi lebih fleksibel dan terukur. Sehingga pengelolaan anggaran yang transparansi dan juga disiplin aparatur negara lebih mudah dikendalikan.

“Kepemimpinan bangsa bukan hanya sebatas trackrecord-nya di sektor private dan unsur milenial tapi lebih kepada urusan negara yang mendasar seperti idiologis, chauvinis, psikologi politik dan kepemimpinan,” ucap Imanta Ginting.

Unsur milenial harus memiliki pengalaman dan proses pendidikan nilai kebangsaan yang terukur. Menurutnya, profil seperti iitu dapat ditemukan dari alumni atau kader organisasi kebangsaan berskala nasional seperti Kelompok Cipayung.

“Kelompok Cipayung memang memiliki Kurikulum Pendidikan Kader Bangsa di samping pendidikan formal di perguruan Tinggi<,” ucapnya.

Sebelumnya, telah beredar nama-nama mantan Ketua Umum (Ketu) Kelompok Cipayung sebagai calon Menteri Jokowi Jilid II seperti Sahat Sinurat Mantan Ketum PP GMKI yang juga Magister dari Institut Teknologi Bandung atau Ketum Cipanyung.

“Saya pikir itu sudah tepat dan cocok karna mereka mereka ini sudah teruji dalam meminpin Organsasi dan terbiasa dalam kegiatan kegiatan bersekala Nasional dan Internasional,” ujar Imanta Ginting.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close