Opini

Jogja Mana Istimewamu?

Oleh: ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D.

Kepada Yth, Gubernur DIY
Yogyakarta

Dengan hormat,
Sebagai pendidik, nafas saya kembali dibikin sesak dengan kejadian intoleran yang terjadi di acara kepramukaan di SD Negeri Timuran, Yogyakarta.

Berita sudah viral di Detik: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4857145/geger-pembina-ajarkan-tepuk-pramuka-no-kafir-di-yogya

“Tepuk Pramuka Islam Yes Kafir No!” Ucapan tidak pantas seperti ini diucapkan di Sekolah Negeri? Ini meracuni pikiran generasi muda Indonesia. Sekolah adalah tempat terhormat, dimana anak didik diajarkan berfikir terbuka dan rasional dengan penuh toleransi. Bukan didogma bejat seperti ini.

Ini bukan kejadian yang pertama kali terjadi di Jogja. sejak pelarangan kegiatan sosial di Gereja Katholik, pemukulan terhadap Romo Karl Edmund Prier saat memberi missa pagi di Gereja Katholik, salib dipotong di Makam Purbayan, mas Slamet yang terusir dari desanya, Kepala Sekolah SD Negeri di Gunung Kidul yang mewajibkan muridnya memakai seragam keagamaan, pelarangan perayaan ibadah keagamaan di Desa Mangiran, Srandakan, Bantul, dll.

Jogja mana istimewamu?

Jogja konon katanya kota kebudayaan, kota pendidikan, kota pelajar, kota perjuangan, kota pariwisata. Masihkah Jogja layak dengan segudang predikatnya?

Jogja mana istimewamu?

Saya tidak tahu lagi, harus bagaimana, saya hanya bisa memohon kepada Gubernur DIY yang sekaligus Sri Sultan Hamengku Buwono X Senopati ing Ngalaga Ngabdurahman Sayiddin Panatagama untuk arief bijaksana dan adil memperlakukan dan melindungi warganya. Mohon kejadian seperti ini ditindak tegas. Tidak boleh ada deskriminasi dan tindakan intoleran di Jogja dengan dalih apapun. Jogja adalah bagian dari NKRI yang berideologikan Pancasila yang menjunjung tinggi Kebhinnekaan Indonesia.

Pak Sultan, ini awal bobroknya sistem pendidikan kita.

Yogyakarta, 13-1-2020

*Bagas Pujilaksono Widyakanigara, dosen Universitas Gajah Mada

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close