Joe Biden Wajibkan Pendatang dari Luar AS Karantina Sepekan

Joe Biden Wajibkan Pendatang dari Luar AS Karantina Sepekan
Joe Biden

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Lewat perintah eksekutifnya, Presiden Amerika Joe Biden membatalkan pelonggaran aturan kedatangan selama pandemi COVID-19 yang dibuat Donald Trump. Dikutip dari kantor berita Reuters, Joe Biden mewajibkan pendatang asing dari negara manapun untuk menjalani karantina sepekan setibanya di Amerika.

"Hingga waktu yang diperlukan, pendatang harus patuh terhadap petunjuk kesehatan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) tentang perjalanan internasional, termasuk periode karantina mandiri," ujar perintah eksekutif Joe Biden, dikutip dari Reuters, Jumat, (22/1/2021).

Kanada dan Meksiko, yang berbatasan langsung dengan Amerika, juga terkena dampak kebijakan tersebut. Jadi, mereka yang terbiasa melakukan perjalanan dari Kanada atau Meksiko ke Amerika wajib menjalani karantina tujuh hari.

Joe Biden, dalam perintah eksekutifnya, tidak menjelaskan bagaimana perintah itu akan ditegakkan. Ia hanya meminta warga mengikuti panduan dari CDC dan meminta agensi terkait untuk berbicara dengan penjaga perbatasan Kanada serta Meksiko. Per berita ini ditulis, perjalanan non esensial dari Kanada dan Meksiko telah dilarang hingga 21 Februari 2021.

Selain mewajibkan pendatang dari luar Amerika untuk menjalani karantina mandiri, Joe Biden juga mengeluarkan perintah soal penggunaan masker selama Pandemi COVID-19. Perintah eksekutifnya menyatakan, warga Amerika tidak hanya harus mengenakan masker di properti federal, tetapi juga di moda transportasi publik.

"Segera ambil tindakan untuk mewajibkan penggunaan masker di bandara, pesawat komersil, kereta, kendaraan laut seperti feri, bus antar kota, dan transportasi-transpotasi publik lainnya," ujar Joe Biden dalam perintah eksekutifnya.

Terakhir, Joe Biden meminta lembaga-lembaga kesehatan di Amerika untuk mengkaji kemungkinan penyelenggaraan test COVID-19 untuk pendatang yang baru saja tiba di Amerika.

Per berita ini ditulis, sejak Joe Biden dilantik sebagai Presiden Amerika, tercatat ada 25 juta kasus dan 420 ribu kematian akibat COVID-19 di negeri Paman Sam.