Ekonomi

JK: Swasta Tak Wajib Tambah Cuti Bersama

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kelonggaran diberikan kepada pihak swasta menyikapi keputusan pemerintah yang menambah cuti bersama pada Lebaran tahun ini.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, perpanjangan cuti bersama Lebaran 2018 hanya untuk Pegawai Negeri Sipil maupun pegawai BUMN.

Untuk pihak swasta, lanjut Wapres, diberikan kebebasan sepenuhnya untuk menentukan apakah akan menambah cuti bersama karyawannya atau tidak. Hal itu merupakan kesepakatan pemerintah dengan pelaku usaha.

“Jadi efeknya hanya sekitar 2 juta orang yakni pegawai negeri dan BUMN saja,” kata JK di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengungkapkan penambahan cuti bersama untuk pegawai swasta tidak bersifat wajib. Sehingga pengusaha bisa menyesuaikan kegiatan bisnisnya.

“Ini kan, untuk kepentingan bersama juga. Yang terpenting bahwa dengan adanya ini, solusinya jelas. Win-win, begitu. Bagi dunia usaha, mereka bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan produksi di hari Lebaran,” terang Hanif.

Menurut Hanif, Kemenaker dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran yang mengatur penentuan waktu cuti bersama oleh dunia usaha. Kalangan swasta diberi kebebasan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan penetapan cuti bersama selama 10 hari oleh pemerintah.

“Nanti, disepakati saja antara pengusaha dan pekerja (terkait penentuan cuti bersama di kalangan swasta), dengan memerhatikan juga kebutuhan operasional dari perusahaan itu sendiri,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close