JK Sebut Rata-rata Stok Darah PMI Hanya Cukup 2 Hari saat Covid

JK Sebut Rata-rata Stok Darah PMI Hanya Cukup 2 Hari saat Covid
Jusuf Kalla (ANTARA FOTO)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Palang Merah Indonesia (PMI) mengungkapkan stok kantong darah saat ini menurun hingga 50 persen. Penurunan itu terjadi selama pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menuturkan, dalam keadaan normal ketersediaan donor darah setiap unit cukup untuk empat hari. 

Namun, kondisi sekarang, banyak unit yang hanya memiliki stok darah untuk bisa memenuhi kebutuhan satu sampai dua hari saja.

"Ukurannya itu standar kita, setiap unit donor darah PMI itu harus punya stok darah minimum 4 hari. Sekarang ini banyak unit donor darah yang stoknya satu atau dua hari. Jadi perlu kembali ditambah sehingga stoknya itu empat hari," ujarnya.

Hal itu disampaikan JK di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/9/2020). JK bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggelar donor darah dan pembagian sembako jelang HUT ke-75 TNI pada 5 Oktober 2020.

JK memaparkan, setiap harinya masing-masing unit membutuhkan 3.000 kantong darah. Jumlah tersebut untuk memenuhi standar kebutuhan stok darah selama 4 hari.

"Setiap harinya kita butuh 20.000 kantong di seluruh Indonesia," ucap mantan wakil presiden ke-10 dan 12 ini.

Selama Covid-19, JK mengungkapkan, stok darah di PMI semakin menipis. Padahal, stok darah tetap dibutuhkan masyarakat dalam kondisi apapun.

"Saya katakan donor darah ini dibutuhkan pada saat damai dan perang. Kalau perang kan itu justru semakin banyak dibutuhkan," katanya.