Jika Rizieq Kembali Berulah, Pemprov DKI Kenakan Denda Rp100 Juta

Jika Rizieq Kembali Berulah, Pemprov DKI Kenakan Denda Rp100 Juta

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menjatuhkan sanksi berupa denda dua kali lipat jika pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kembali melanggar protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

Penegasan ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

"Ya, enggak Rp50 juta lagi. Kalau diulang lagi ada progresif ya. Ya dua kali lipat. Jadi Rp100 juta," kata Riza, Minggu (15/11/2020).

Riza menjelaskan, berbagai sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan Covid-19 sudah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79 tahun 2020. Pemprov DKI tak akan pandang bulu untuk menindak warga DKI yang tak mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, Riza turut mengimbau agar para pimpinan organisasi kemasyarakatan dan tokoh-tokoh agama tak menggelar acara yang membuat orang berkerumun. 

Warga pun diimbau melakukan hal serupa. Hal itu bertujuan agar kesehatan dan keselamatan para pemimpin ormas atau ulama tetap terjaga dengan baik.

"Jadi kita sama-sama menjaga dengan cara mematuhi protokol Covid," kata Riza.

Pergub DKI Jakarta Nomor 79 tahun 2020 Pasal 8 ayat 6 Pergub merinci sanksi denda administratif bagi para pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab perkantoran, tempat kerja, tempat usaha, tempat industri, perhotelan/penginapan lain yang sejenis atau tempat wisata.

Sanksi denda administratif atas pelanggaran berulang 1 kali dikenakan denda administratif sebesar Rp50 juta. Sementara bila pelanggaran berulang 2 kali dikenakan denda administratif sebesar Rp100 juta. Sementara pelanggaran berulang 3 dan berikutnya dikenakan denda administratif sebesar Rp 150 juta.

Apabila tidak memenuhi kewajiban pembayaran denda dalam waktu paling lama 7 hari kerja, Pemprov DKI akan melakukan penutupan sementara sampai dilaksanakan pemenuhan pembayaran denda administratif. (Jo)