Politik

Jika Jokowi Terpilih Lagi, Anies Capres Terkuat di Pilpres 2024

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diprediksi bakal menjadi calon presiden (capres) terkuat dari unsur kepala daerah pada Pilpres 2024.

Prediksi ini dibuat berdasarkan asumsi Jokowi kembali terpilih menjadi presiden periode 2019-2024.

“Anies Baswedan diprediksi bakal menjadi calon presiden terkuat pada Pilpres 2024,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qadari di kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

“Lulusan UGM tersebut menjadi calon bintang pada pilpres lima tahun mendatang. Sebab jika pada Pilpres 2019 ini Presiden Joko Widodo kembali terpilih, maka tidak ada calon petahana lagi pada kontestasi periode berikutnya,” kata dia menambahkan.

Sinar terang Anies di Pilpres 2024 juga hanya akan berlaku bila UU Pilpres 2024 sama dengan 2019. Qodari tak menjelaskan rinci ihwal ini. Dia hanya menyebut ada empat tokoh lain dari unsur kepala daerah yang diprediksi punya elektabilitas memadai sebagai syarat menjadi capres.

Keempat tokoh itu adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Qodari mengatakan Anies memiliki peluang terbesar menjadi capres 2024 meski memimpin Jakarta yang populasinya lebih kecil dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Meskipun populasi penduduk DKI Jakarta hanya 4 persen jika dibandingkan populasi Jawa Barat sebesar 18,3 persen, Jawa Timur 15,1 persen dan Jawa Tengah sebesar 13,1 persen, namun DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia yang otomatis menjadi pusat perhatian masyarakat luas,” ujar Qodari.

Qodari menambahkan tingkat popularitas Anies bisa terkatrol karena banyak media baik online maupun cetak nasional yang terkonsentrasi di Ibu Kota. “Terutama media televisi nasional yang hampir setiap hari mengabarkan situasi, kondisi dan dinamika politik Jakarta ke daerah-daerah,” ujarnya.

Indo Barometer juga menilai Anies mampu mengikuti jejak Presiden Joko Widodo membangun elektabiltas di tingkat nasional saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hanya dalam waktu 2 tahun (2012-2014).

Faktor lain adalah latar belakang Anies yang dianggap mewakili kelompok Islam modernis karena mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pernah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

“Sebagaimana diketahui, mantan aktivis HMI cukup banyak tersebar di berbagai partai politik dan turut mewarnai kancah percaturan politik di Indonesia,” kata Qodari.

Indo Baromete turut memprediksi calon presiden dari unsur partai. Qodari memetakan hanya ada tiga partai yang bisa mengajukan calon presiden yakni PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

Capres dari PDI Perjuangan adalah Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Prananda Prabowo. Capres Gerindra adalah Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon. Sedangkan capres dari Demokrat adalah Agus Harimurti Yudhoyono.

Untuk kasus Demokrat, kata Qodari, AHY berpotensi menjadi capres dengan mengusung Poros Ketiga.

Nasib para capres dari unsur kepala daerah dan partai itu, Qodari mengatakan, akan ditentukan berdasarkan pertimbangan ‘pemilik’ partai dan elektabilitasnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close