Jelang RDG, BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga

Jelang RDG, BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019). (Foto/Bisnis)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Bank Indonesia besok (13/10) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Berdasarkan konsensus Bloomberg yang dikutip Bisnis, sebagian besar ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRR Rate di level 4 persen.

Kepala Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana mengatakan BI memang masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan, namun begitu BI7DRR Rate tetap diprediksi akan bertahan.

"Proyeksi kami policy rate stay meskipun masih ada ruang terbatas untuk menurunkan suku bunga," katanya kepada Bisnis, Senin (12/10/2020).

Menurut Wisnu, pertimbangan BI untuk menahan suku bunga dikarenakan likuiditas yang cukup berlebih di pasar. Longgarnya likuiditas pun telah menekan suku bunga deposito di perbankan tanpa didahului oleh perubahan pada suku bunga acuan.

Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis (IKS) Eric Alexander Sugandi juga memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di 4 persen meski inflasi tercatat rendah.

Eric menilai penurunan suku bunga acian lebih lanjut justru tidak akan efektif mendorong pertumbuhan kredit perbankan karena permintaan terhadap kredit yang masih lemah.

Lebih lanjut, menurutnya penurunan suku bunga acuan juga akan berisiko menekan rupiah ketika kondisi pasar finansial global masih menghadapi ketidakpastian akibat wabah Covid-19 dan di pasar finansial Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden di bulan November 2020.

"IKS memperkirakan BI 7-Day Reverse Repo Rate akan tetap berada di angka 4 persen per akhir tahun 2020," jelasnya.