Nasional

Jatim Tuan Rumah Indonesia Quality Expo 2018

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Badan Standarisasi Nasional meluncurkan kegiatan Indonesia Quality Expo (IQE) 2018, di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jatim, Jumat (20/4/2018).

Kegiatan tersebut merupakan serangkaian acara untuk memperingati Bulan Mutu Nasional (BMN), yang akan menampilkan sejumlah produk bersertifikat SNI.

Rencananya, acara tersebut akan digelar di Grand City Convex, Surabaya, pada 25-28 Oktober 2018 mendatang.

Bambang Prasetya Kepala BSN mengatakan pada IQE ke-6 ini, pihaknya memilih Jatim, tepatnya di Surabaya, yang menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan BMN.

Menurutnya, Jatim tercatat sebagai provinsi yang berkomitmen tinggi dalam penerapan SNI, khususnya tahun 2014. Terlebih dalam hal itu, Soekarwo Gubernur Jatim pernah meraih penghargaan sebagai Tokoh Standarisasi.

“Untuk itu, kami menilai bahwa Jatim sangat tepat menjadi tuan rumah penyelenggaraan BMN dan IQE. Tahun kemarin, kami sudah pernah melaksanakannya di Makassar,” kata Bambang Prasetya, Jumat (20/4/2018).

Menurut Bambang, saat ini ada sekitar 1.233 merek produk dari industri yang berlokasi di Jatim, telah memiliki sertifikat SNI, seperti produk elektrik, makanan dan minuman, kendaraan, konstruksi, bangunan dan lain-lain. Tidak hanya itu, beberapa organisasi dan industri juga telah menerapkan SNI, seperti PT. Petrokimia Gresik, Universitas Surabaya (Ubaya) dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Lamongan.

“Itu baru SNI produk. Tapi kalau SNI Sistem Manajemen Mutu bisa lebih dari itu,” tambahnya.

Adapun untuk Lembaga Penilaian Kesesuaian, seperti laboratorium pengujian/kalibrasi/medik, lembaga sertifikasi, dan lembaga inspeksi yang sudah mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) di Jatim dan siap mendukung sertifikasi SNI, yaitu sebanyak 54 LPK.

“Berkaitan dengan infrastruktur mutu, saya menilai Jatim sangat siap untuk memperkuat daya saing produk lokal maupun nasional dengan meningkatkan infrastruktur mutunya,” jelasnya.

Pameran IQE tahun ini, kata Bambang, pihaknya akan menargetkan 250 stand yang akan diikuti oleh sejumlah pemangku kepentingan BSN baik dari perusahaan, lembaga penilaian kesesuaian, asosiasi, perguruan tinggi maupun pemerintah daerah dan pusat.

Selain itu, lewat pameran ini, para pemangku juga bisa saling bertukar informasi mengenai perkembangan standarisasi dan penilaian kesesuaian serta bertransaksi. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close