Jared Collins, Perantara Pembeli Meteor Rp26 Miliar Buka Suara

Jared Collins, Perantara Pembeli Meteor Rp26 Miliar Buka Suara
batu Meteor

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Meteor langka yang jatuh di rumah Josua Hutagalung membuat heboh karena harga jualnya yang fantastis. Jared Collins sebagai perantara penjualan meteor tersebut pun angkat bicara.

Collins rupanya adalah seorang penggemar meteorit yang tinggal di Bali. Pada tanggal 7 Agustus 2020, ia dihubungi sesama penggemar meteorit yang tinggal di Amerika Serikat untuk mendapatkan meteorit yang jatuh di rumah Josua di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Collins kemudian setuju untuk membantu koleganya karena tertarik dengan kisah Josua. Ia ditugaskan untuk melindungi meteorit tersebut dari kemungkinan kerusakan dan kontaminasi yang bisa terjadi jika penanganannya tidak tepat, serta mengirimkannya dengan aman.

Collins membantah klaim bahwa ia membeli meteorit tersebut dengan harga Rp 200 juta untuk kemudian dijual kembali dengan harga Rp 26 miliar. Ia mengatakan transaksi jual beli meteorit itu dilakukan langsung oleh Josua dan temannya di AS, tanpa melibatkan Collins.

"Joshua menetapkan harga yang kemudian disetujui oleh orang Amerika yang tinggal di luar negeri. Baik Josua maupun orang Amerika yang tinggal di luar negeri sepakat bahwa prosesnya adil dan diterima dengan baik oleh kedua belah pihak," tulis perwakilan Collins dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (19/11/2020).

"Tujuan akhir dari keterlibatan Jared Collins sebagai penggemar meteorit adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk secara pribadi menyaksikan dan secara fisik memeriksa meteorit yang penting secara ilmiah ini," imbuhnya

Setelah disetujui, Collins kemudian berangkat ke Sumatera Utara untuk bertemu dengan Josua dan memastikan keaslian meteorit tersebut. Ia juga melindungi meteorit tersebut agar bisa dikirimkan dengan aman.

Soal harga jual meteorit yang fantastis dan ganti rugi untuk Josua, Collins mengatakan nominal tersebut tidak tepat. Menurutnya hanya Josua dan temannya yang mengetahui harga asli objek antariksa tersebut. Padahal sebelumnya Josua mengatakan Collins membeli meteorit tersebut dengan harga Rp 200 juta.

"Tetapi jumlah yang dibayarkan/diterima bukanlah Rp 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah Rp 25 milyar yang dilaporkan di seluruh dunia," tulis perwakilan Collins.

"Saat ini tidak ada meteorit dengan nilai seperti itu, dan tentunya tidak ada kolektor yang akan membayar harga tersebut," pungkasnya.

Dalam keterangan resminya tidak disebutkan siapa pihak di Amerika yang diwakili oleh Collins. Namun, pemberitaan media asing seperti New York Post, Daily Mail dan The Sun menyebutkan pembeli akhirnya adalah Jay Piatek, kolektor meteor ternama.