Jarang Bicara di Publik, Prabowo: Keamanan dan Kerahasiaan Negara Penting

Jarang Bicara di Publik, Prabowo: Keamanan dan Kerahasiaan Negara Penting
Menhan Prabowo Subianto

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Prabowo Subianto telah menjalani tugasnya sebagai Menteri Pertahanan selama hampir setahun. Setelah dilantik sebagai Menhan, Prabowo jarang muncul di publik dan memberikan pernyataan.

Terkait hal itu, Prabowo menjelaskan jika pertahanan adalah sektor yang sangat penting dalam bernegara. Melindungi wilayah dan masyarakat Indonesia adalah pekerjaan utama yang harus dikerjakan dan kerahasiaannya harus dijaga.

"Dalam hal ini masalah security, keamanan, kerahasiaan itu sangat penting. Jadi salah kalau Menteri Pertahanan banyak bicara, kan begitu. Saya tidak boleh cerita kekuatan kita segini, kita akan begini, akan beli ini, tidak benar. Nanti orang-orang yang tidak suka sama Indonesia, yang punya niat tidak baik akan tahu. Jadi ini memang demikian," kata Prabowo dalam wawancaranya bersama TVRI.

Meski begitu, Prabowo memastikan dirinya pasti akan berbicara kepada publik di waktu yang tepat. Namun dia menegaskan, tugasnya sebagai Menhan menuntutnya untuk tidak bisa berbicara banyak kepada publik.

"Intinya itu tidak boleh terlalu banyak bicara, tapi rakyat sendiri menyadari fungsi pertahanan penting dan selama ini selalu dilema, debat yang mana yang duluan, keamanan atau kesejahteraan, mau aman atau mau kaya raya," tuturnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengatakan, hingga saat ini masih muncul perdebatan terkait mana yang penting antara keamanan dan kesejahteraan. Namun Prabowo berpandangan bahwa keduanya harus berjalan bersamaan.

"Menurut saya kita harus seimbang, tapi yang pertama bahwa masalah keamanan syarat untuk kesejahteraan. Kalau tidak aman tidak mungkin sejahtera," tegasnya.

Sebagai contoh, Prabowo Subianto menuturkan Amerika Serikat yang saat ini 50 persen anggaran negaranya dialokasikan untuk pertahanan. Sama halnya dengan Singapura yang menganggarkan 30 persen anggaran negaranya untuk pertahanan.

"Ini yang ingin saya taruh dalam konteks. Menurut banyak orang untuk apa bangun tapi dicuri orang. Nanti pulau dicaplok, lautan kita dicaplok. Karena di sekitar pulau itu banyak minyak, gas, kan dibutuhkan untuk kesejahteraan rakyat," jelasnya.

"Kadang-kadang sulit karena banyak orang pintar di Indonesia untuk apa pertahanan. Ini syarat untuk kesejahteraan, tapi rakyat juga butuh keamanan," pungkasnya.