Lintas Daerah

Janji Jokowi Bangun Jembatan Gantung di Asmat Tuntas Dipenuhi

ASMAT, SENAYANPOST.com – Presiden Jokowi telah memenuhi janjinya kepada warga Asmat, yakni merampungkan pembangunan jembatan gantung dan jalan lingkungan di Kampung Kaye Distrik Agats Kabupaten Asmat. Masyarakat kini sudah dapat menggunakan fasilitas jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Keye menuju Ibu Kota Kabupaten Asmat, Agats.  Demikian ungkap Kepala Balai Pelaksanaan ‪Jalan Nasional XVIII Jayapura‬ Osman H. Marbun.

Seperti diketahui, saat mengunjungi Kabupaten Asmat pada 12 April 2018, Provinsi Papua, Jokowi meninjau proyek-proyek perumahan dan sanitasi lingkungan permukiman di Agats dan sekitarnya, dia berjanji untuk membangun infrastruktur jembatan. Jokowi adalah presiden Indonesia pertama mengunjungi suku Asmat di Agats, ibukota Kabupaten Asmat.

“Untuk infrastruktur jembatan gantung menerobos ke arah pemukiman akan memutari kota ini sepanjang kurang lebih 12 kilometer. Semuanya disokong oleh beton, lebih awet dan kita ingin tata ruang di Kabupaten Asmat bisa lebih tertata kotanya,” kata Jokowi.

Kini, hampir setahun lewat, janji presiden terpilih itu terwujud. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jokowi telah memenuhi janjinya dengan selesainya pembangunan jembatan gantung dan jalan lingkungan di Kampung Kaye Distrik Agats Kabupaten Asmat.

Pembangunan jalan dan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari sejumlah infrastruktur dasar yang dibangun Kementerian PUPR untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Asmat yang mengalami wabah campak dan gizi buruk pada awal tahun 2018 lalu.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR telah memiliki daftar kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman di Kabupaten Asmat, baik jangka pendek maupun menengah mulai dari infrastruktur air bersih, sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah, dan pembangunan permukiman baru.

Kepala Balai Pelaksanaan ‪Jalan Nasional XVIII Jayapura‬ Osman H. Marbun mengatakan, tujuan utama dibangunnya jembatan gantung dan jalan lingkungan tersebut adalah untuk memberikan kemudahan pergerakan antardesa serta membuka isolasi daerah yang terpisahkan sungai. Pembangunan jalan lingkungan menggunakan konstruksi jalan beton (pile slab) karena daerah Kabupaten Asmat merupakan daerah rawa.

“Untuk jalan dan jembatan sudah selesai pembangunan fisiknya. Sejak tahun 2018 Kementerian PUPR telah melakukan pembangunan fisik untuk masyarakat, hal ini agar rentang waktu dan jangkauan antar kampung, distrik untuk dapat dilalui dengan menyingkat jarak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat” kata Osman.

Dikatakan Osman, masyarakat sudah dapat menggunakan fasilitas jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Keye menuju Ibu Kota Kabupaten Asmat, Agats. Pembangunan jembatan gantung dan jalan jembatan gantung sendiri menggunakan anggaran Kementerian PUPR dengan biaya Rp 89,1 milliar, yang telah dimulai sejak September 2018 dan selesai pada 30 Maret 2019.

Jembatan gantung tersebut dibangun sepanjang 72 meter dengan lebar 1,6 meter, sedangkan untuk jalan lingkungan yang dibangun sepanjang 2,9 km dengan lebar sebesar 4 meter. Pembangunannya dilakukan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya dengan melibatkan pekerja lokal dari sejumlah kampung diantaranya Kaye, Syuru, dan Aswet.

“Jalan dan jembatan yang dibangun ini mengeliling beberapa jalur tempat pemukiman masyarakat di Ibu Kota Agats Kabupaten Asmat, seperti di Kampung Kaye, Kampung Suru dan juga jalur jalan ketempat fasilitas umum lainya seperti ke rumah sakit baru dan museum Asmat. Sehingga keberadaannya akan sangat membantu aktivitas masyarakat di Asmat, termasuk akan meningkatkan perekonomian daerah setempat,” ujar Osman.

Pembangunan di Asmat Terus Berlanjut

Osman menambahkan, pada tahun 2019 hingga tahun 2020, Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan beton sepanjang 16 km, serta pembangunan 4 buah jembatan gantung dengan panjang total 330 meter yang akan dibangun pada beberapa distrik di Kabupaten Asmat. Pembangunan jembatan gantung juga sangat dibutuhkan untuk mendorong warga agar menempati rumah khusus yang telah dibangun Kementerian PUPR di sejumlah kampung yang terpisahkan sungai.

Sejak tahun 2016, Kementerian PUPR telah membangun 114 unit rumah khusus dengan biaya Rp 19,9 miliar di Kampung Amanamkai dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 Unit . Tahun 2018 kembali dibangun sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di 4 kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid (34 unit), Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai Distrik Betsbamu (33 unit).

KOMENTAR
Show More
Back to top button
Close
Close