Kriminal

Janda Pembobol BNI Rp 124 Miliar itu Sering Beri Hdiah Mobil ke Teman-temannya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dunia perbankan dikejutkan adanya pemberitaan bahwa BNI Cabang Ambon dibobol hingga Rp 124 miliar. Pembobolan ini terungkap karena kesiapan dan kemampuan internal bank plat merah ini dalam mendeteksi transaksi tak wajar.

Setelah mengetahui detail kejahatan dan pelakunya, BNI segera melaporkan kasus ini ke Polda Maluku untuk proses hukum lebih lanjut. Tak tanggung-tanggung, pelakunya seorang wanita, Faradiba Yusuf, yang menjabat sebagai Kepala Pemasaran BNI Cabang Ambon.

Hasil kejahatan pembobolan bank ini, oleh Faradiba digunakan untuk memperkaya diri dan juga berfoya-foya dengan kekasihnya, karena pelaku diketahui sebagai seorang janda.

Kasus ini juga meminta korban dari jajaran kepolisian, karena Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa mencopot Direktur Reskrimum Polda Maluku Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto dari jabatannya, Jumat (18/10/2019).

Pencopotan terhadap Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto ini karena yang bersangkutan dinilai menyalahi prosedur dalam penanganan kasus dugaan pembobolan dana nasabah di bank milik pemerintah tersebut.

Selain Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto, informasi yang dihimpun, lima anak buahnya di Subdit 1 Ditreskrimum juga ikut dicopot. Kelima anak buah Kombes Pol Antonius Wantri Yulianto itu, satu di antaranya yakni Kompol GS.

Sering memberi hadiah mobil

Sejumlah orang yang mengenal Faradiba Yusuf, termasuk warga sekitar kediamannya, membeberkan kekayaan dan gaya hidup karyawati BUMN tersebut.

Kekayaan Faradiba melonjak tajam setelah diangkat menjadi Kepala Pemasaran BNI Cabang Ambon. Salah satunya adalah sejumlah mobil mewah dan restoran yang diduga milik Faradiba.

Setelah dilaporkan pihak bank kepada Polda Maluku terkait kasus dugaan pembobolan dana nasabah senilai ratusan miliar rupiah, kekayaan Faradiba pun terungkap.

“Kalau mobil mewah itu ada 6, ada juga restoran, usaha rumah kopi dan juga bengkel. Dia (Faradiba) juga punya tiga toko di MCM, kalau tanah ada banyak,” kata seorang sahabat Faradiba Yusuf yang enggan disebut namanya.

Selain itu, Faradiba Yusuf diduga juga memiliki lebih dari 10 rumah yang tersebar di berbagai kawasan di Ambon seperti di BTN Manusela, Kebun Cengkeh, hingga di kawasan elite Citraland di Lateri, Ambon.

Tak hanya itu, FY juga diduga memiliki sebuah restoran, salon kecantikan, rumah kopi, hingga tiga tempat usaha di pusat pertokoan Maluku City Mall (MCM) Ambon.

Masih menurut salah satu sahabat Faradiba, setelah menduduki jabatan penting di BNI Cabang Ambon, Faradiba Yusuf juga kerap berlibur ke luar negeri bersama teman-teman dan juga keluarganya.

Selain itu, Faradiba Yusuf juga kerap memberikan hadiah mobil kepada teman-temannya yang berulang tahun.

“Acara ulang tahun teman-temannya itu dibuat di hotel, di situ dia (Faradiba Yusuf) lalu memberikan hadiah mobil kepada mereka, itu sudah beberapa kali,” katanya.

Janda 6 tahun

Sementara salah satu tetangga Faradiba Yusuf mengaku jika kehidupan pejabat BNI Ambon itu mulai berubah setelah ia dipercaya sebagai Kepala Pemasaran BNI Cabang Ambon sejak beberapa tahun lalu.

“Kehidupannya seperti sosialita sangat glamor. Dia itu pakai barang yang mahal, kita juga tidak tahu kekayaan itu didapat dari mana,” ujar H, tetangganya.

Sosok Faradiba Yusuf adalah orang tua tunggal, pascacerai dengan suaminya, sekitar 6 tahun lalu. Dia memilih membesarkan buah hati satu-satunya. Saat bintangnya mulai bersinar di BNI 46, Faradiba Yusuf paling sering memanjakan diri dan keluarganya.

Untuk urusan berlibur, Faradiba dan buah hatinya selalu menggunakan layanan business class.

“Terkadang bersama teman yang juga adalah kekasihnya,” ujar sumber tadi, tanpa merinci siapa kekasih­nya itu.

Sosok Faradiba Yusuf juga dikenal mengoleksi banyak mobil mewah berbagai merek, mulai dari Toyota Alphard, Toyota Fortuner, Pajero Sport, Honda CRV Prestige, hingga Honda HRV.

BNI Tetap Aman

Menyikapi kasus ini, Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan menuturkan dana nasabah tetap aman. Nasabah dan masyarakat tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi di BNI.

Ia menambahkan, peristiwa yang terjadi di Ambon merupakan perbuatan oknum dalam sebuah sindikat, sehingga tidak dapat mempengaruhi kondisi BNI secara umum.

Nasabah dan masyarakat umum tidak perlu khawatir untuk tetap bertransaksi dan menyimpan dananya di BNI.

Menurut Putrama Wahju Setyawan yang akrab disapa Iwan, terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab nasabah tidak perlu khawatir dengan BNI, yaitu pertama, operasional layanan perbankan di BNI tetap berjalan normal, termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Utama Ambon.

Kedua, kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga dibuktikan jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar.

Ketiga, BNI tetap berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari 7 hari seminggu.

“Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI. Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapannya,” ujar Putrama Wahju Setyawan. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close