Internasional

Jalanan Dikosongkan dan 1.200 Orang Dievakuasi di Hong Kong

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Sedikitnya 1.200 orang dievakuasi setelah sebuah bom peninggalan Perang Dunia Kedua (PD II) ditemukan di sebuah lokasi konstruksi di Hong Kong.

Penemuan bom ini merupakan yang ketiga kalinya tahun ini.

Polisi mengosongkan jalanan dan mengevakuasi sedikitnya 1.200 orang dari toko-toko, restoran dan kantor-kantor di Distrik Bisnis Wanchai.

Evakuasi dilakukan saat para ahli menggali dan berusaha menjinakkan bom sebesar 450 kilogram buatan Amerika Serikat.

Bom yang tidak aktif selama lebih dari 70 tahun itu ditemukan Kamis (10/5/2018).

Jenis bom yang ditemukan ini sama dengan dua bom lain di lokasi tersebut pada Januari lalu. Tempat di mana akan dibangun stasiun kereta api metro baru.

“Dua bom sebelumnya letaknya horizontal, kali ini vertikal. Dua pertiga bom terkubur di bawah tanah. Kami harus menggali sebagian bom sebelum memulai operasi,” kata petugas penjinak bom Lai Ngo-yau.

“Karena bom tidak stabil, kami perlu sangat berhati-hati,” kata Lai seperti dilansir AFP.

Hong Kong menyaksikan pertempuran sengit antara pasukan Jepang dan sekutu selama PD II. Para pejalan kaki dan pekerja konstruksi kadang-kadang menemukan bom yang belum meledak di wilayah itu.

Sejarahwan lokal Jason Wordie menyatakan Hong Kong dihujani bom oleh Amerika Serikat di awal Perang Pasifik pada 1941. “Mereka membidik dermaga komersial di seberang pelabuhan,” kata Wordie.

Hong Kong mereklamasi lahan untuk memperluas pantai. Proyek tersebut memunculkan sejumlah bom yang jatuh di pelabuhan.

Pada 2016, seorang pejalan kaki menemukan enam granat era PD II yang belum meledak dan dua cangkang mortir di jalan setapak dekat lingkungan Happy Valley.

Pada 2014, polisi menjinakkan sebuah bom peninggalan PD II seberat hampir satu ton, bom terbesar yang pernah ditemukan di Hong Kong. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close