Jaksa Cecar Suami Pengeluaran Pinangki Lebih Besar dari Gaji

Jaksa Cecar Suami Pengeluaran Pinangki Lebih Besar dari Gaji
Pinangki

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Jaksa mencecar suami Pinangki Sirna Malasari, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, soal pengeluaran bulanan rumah tangganya dengan Pinangki. Sebab, jaksa menilai pengeluaran bulanan keduanya fantastis karena lebih besar dari gaji keduanya.

Awalnya Yogi mengatakan gajinya di Polri itu sebulan bisa mendapatkan Rp 14 juta. Kemudian, jaksa menunjukkan barang bukti berupa rincian pengeluaran rumah tangga Yogi dan Pinangki pada Juli 2020.

Dalam rincian itu, jaksa mengungkapkan ada rincian pendapatan gaji bulanan Yogi dan Pinangki digabung totalnya Rp 38,3 juta, biaya per bulan Rp 35.228.000, pembayaran listrik Rp 798 ribu. Pengeluaran ini belum termasuk biaya sewa apartemen sebulan, jika ditotal kata jaksa pengeluaran Pinangki Juli 2020 itu senilai Rp 74.326.000.

"Pengeluaran Rp 74 juta. Saya ini bintang 2 merinding, Pak. Saudara nggak cari tahu sebulan pengeluaran Rp 74 juta. Saudara bertanya nggak?" tanya jaksa KMS Roni di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (16/11/2020).

"Saya pikir sudah tadi dijelaskan karena dari sebelumnya kehidupannya gitu," jawab Yogi.

Menurut Yogi, Pinangki memiliki banyak simpanan dan harta bawaan dari suami pertamanya bernama Joko Budiardjo, yang saat ini sudah meninggal dunia. Yogi juga mengaku tidak tahu pasti berapa harta peninggalan almarhum Joko.

"Saya nggak tahu jumlah pastinya. Tapi yang saya sampaikan itulah kenapa Pinangki masukkan pemisahan harta kekayaan pada saat kami menikah," ucap Yogi.

Yogi menjelaskan awal mula harta dirinya dan Pinangki dipisah dalam perjanjian pranikah. Simak di halaman berikutnya

Harta Yogi dan Pinangki Terpisah, Diatur Perjanjian Pranikah

Yogi di persidangan mengungkapkan dirinya dan Pinangki pisah harta melalui perjanjian pranikah yang diatur sah secara hukum. Alasannya, Pinangki membawa harta dari mantan suaminya yang sudah meninggal.

"Saya jelaskan bahwa komitmen kami saat berumah tangga itu diawali perjanjian pranikah, di mana saya memisahkan harta Pinangki. Saya adalah laki-laki gagal berumah tangga, Pinangki juga melihat saya seperti itu sehingga kami punya komitmen untuk lebih baik dalam perjanjian pranikah," jelasnya.

Ada berbagai alasan yang membuat Yogi dan Pinangki membuat perjanjian pranikah. Salah satunya, Pinangki membawa harta warisan suami pertama.

"Kenapa? Alasan pertama, tadi; kedua, menyangkut masalah mengatur rumah tangga, bagaimana mengatur anak, bagaimana ada KDRT, kenapa Pinangki menyampaikan itu? Dia bawa harta kekayaan suami pertama dan punya simpanan," jelasnya.

"Pengeluaran setinggi ini. Ini adalah diatur Pinangki, kenapa pengeluaran tinggi karena dia ini ingin yang terbaik untuk keluarganya," papar Yogi.