Hukum

Jaksa Agung Gemas Tak Bisa Segera Lakukan Eksekusi Mati

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Jaksa Agung RI, M Prasetyo, mengaku gemas karena tidak bisa melaksanakan eksekusi mati tahap keempat karena terkendala oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan grasi tidak lagi dibatasi tenggat waktu pengajuannya dan bisa diajukan lebih dari sekali.

“Kalau dulu grasi dibatasi waktunya hanya satu tahun paling lambat setelah perkara inkrah. Namun saat ini tidak dibatasi lagi, kapan saja dia benar-benar melaksanakan permohonan grasinya itu,” kata Prasetyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Dia mengakui banyak terpidana mati mengulur waktu dengan cara memanfaatkan perubahan aturan tidak ada lagi batasan waktu mengajukan grasi.

“Saya saja gregetan, kapanpun saatnya kalau bisa eksekusi mati, akan kami lakukan. Itu sudah saya buktikan selama menjadi Jaksa Agung sudah 18 orang dieksekusi,” ujarnya.

Sebelumnya, Putusan MK menyatakan jangka waktu pengajuan grasi dapat dilakukan lebih dari satu tahun sejak putusan memiliki kekuatan hukum tetap.

Hal tersebut diputuskan MK dalam sidang pengucapan putusan uji materi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Grasi (UU Grasi) yang dimohonkan pada Juni 2016.oleh Su’ud Rusli, terpidana hukuman mati kasus pembunuhan pemilik Asaba, Boedyharto Angsono.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close