Jakarta Kembali PSBB Transisi, Ini Protokol Umum Terbaru

Jakarta Kembali PSBB Transisi, Ini Protokol Umum Terbaru
Pendisplinan pemakaian masker di Jakarta saat PSBB Transisi. (Foto/detikcom)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemprov DKI Jakarta bakal kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi mulai Senin (12/10/2020). PSBB transisi berlaku selama dua pekan ke depan hingga 25 Oktober 2020.

Ada empat protokol umum terbaru yang mesti diterapkan nantinya.

Aturan PSBB transisi ini akan berlaku selama 14 hari, 12-25 Oktober 2020. Protokol kesehatan akan semakin diperketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Dalam ketentuan tersebut, masyarakat wajib menerapkan empat poin. Di antaranya higienis, physical distancing, contact tracing dan pendataan.

Ketentuan higenis mengharuskan penerapan perilaku hidup sehat. Penggunaan masker masih diwajibkan saat keluar rumah. Lalu perlu ada disinfeksi fasilitas rutin.

Warga juga harus menghindari kontak fisik dengan mengutamakan cashless payment dan transaksi daring. Bila ditemukan klaster di tempat kerja, pihak perusahaan harus menutup kantor selama 3x24 jam untuk proses sterilisasi.

Para karyawan disarankan tetap work from home (WFH). Ketentuan bekerja di kantor harus ada jarak aman, sekitar 1-2 meter antarorang untuk mencegah kerumunan.

Saat terjadi penularan virus corona, pihak instansi terkait harus siap membantu petugas melakukan contact tracing. Karena itu diperlukan pencatatan data pegawai dan pengunjung dengan buku tamu atau memakai sistem teknologi lainnya.

Sebelumnya Anies mengatakan keputusan kembali menerapkan PSBB transisi setelah melihat beberapa indikator. Pertama yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian rumah sakit rujukan covid-19.

"Selama satu bulan ini kita menarik rem darurat karena sempat ada peningkatan kasus. Setelah stabil kita mulai kurangi secara perlahan," kata Anies di Jakarta, Minggu (11/10/2020).

Anies mengatakan penerapan kembali PSBB transisi karena Pemprov melihat mulai landainya penambahan harian kasus positif covid-19. Anies juga menjelaskan dalam tujuh hari terakhit ada tanda penurunan kasus positif harian.

"Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali," ujar Anies.