Nasional

Jadi Cawapres, Ma’ruf Amin Mundur sebagai Rais Aam PBNU

JAKARTA, SENAYANPOST.com – KH Ma’ruf Amin menyatakan mengundurkan diri dari posisi Rais Aam PBNU. Keputusan itu diambil setelah ia secara resmi terdaftar sebagai calon wakil presiden mendampingi capres Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Pengambilan sikap ini sudah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga NU terbaru 2015.

“Sebagaimana dimaklumi, saya dihadapkan pada pilihan sulit. Saya harus pilih salah satunya. Tugas Rais Aam adalah mulia bagi kader NU. Tetapi bangsa dan negara memanggil saya,” kata Ma’ruf Amin dalam rapat pleno PBNU di Jakarta seperti dikutip dari NU Online, Sabtu (22/9/2018).

Menurutnya, tugas Rais Aam PBNU merupakan tugas mulia bagi semua kader NU, termasuk dirinya. Namun, demikian ia harus mengambil sikap di tengah pilihan sulit tersebut.

Ma’ruf menambahkan bahwa dia memiliki tekad bulat untuk menuntaskan tugas yang diamanahkan kepadanya sebagai Rais Aam PBNU. Tetapi karena satu kondisi dan situasi bangsa yang sulit dielakkan, ia memenuhi panggilan negara dan bangsa.

“Dengan tekad bulat, saya akhirnya menerima. Konsekuensinya saya harus mundur dari tugas Rais Aam PBNU sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dan rumah tangga NU setelah resmi ditetapkan sebagai cawapres terhitung mulai hari ini,” kata dia.

Ma’ruf menambahkan bahwa dirinya siap menerima masukan dan saran dari para kiai. Ia menyatakan terbuka terhadap catatan masukan yang diajukan para kiai dan masyayikh.

Sebagaimana diketahui, Kiai Ma’ruf Amin dipilih oleh tim ahlul halli wal aqdi pada Muktamar NU 2015 di Jombang untuk menjalankan tugas Rais Aam PBNU 2015-2020.

Ma’ruf mengatakan posisi Rais Aam akan diisi oleh KH Miftachul Akhyar. Sebelumnya Niftachul menjabat sebagai Wakil Rais Aam PB NU.

“Selanjutnya tugas dilaksanakan oleh Wakil Rais Aam KH Miftachul Akhyar sebagaimana diatur dalam ADART,” ucap Ma’ruf.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close