HukumPolitik

Jaga Netralitas, Polri Bakal Selidiki Grup Whatsapp Anggota

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Mabes Polri akan menyelidiki grup Whatsapp yang diduga berisi anggota Polri pendukung paslon capres-cawapres tertentu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa Polri akan melibatkan Divisi Propam Mabes Polri untuk menyelidiki postingan tersebut.

Jika terbukti ada anggota Polri yang tidak netral dan mendukung salah satu paslon capres-cawapres, maka sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia akan diberikan sanksi tegas.

“Kita akan cek kebenaran isu tersebut. Bila terbukti benar ada oknum anggota Polri yang terlibat di situ pasti ada tindakan tegas dari Propam Polri sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” katanya, Jumat (29/3/2019).

Dedi mengimbau seluruh anggota Polri untuk tetap netral selama momentum Pilpres 2019 digelar di Indonesia. Dedi juga menjelaskan netralitas Korps Bhayangkara harus tetap dijaga sesuai instruksi Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian.

“Ada beberapa TR (Telegram Rahasia) arahan langsung dari seluruh Pimpinan Polri agar jaga netralitas,” kata Dedi.

Sebelumnya, pemilik akun media sosial Twitter @marierteman memposting 4 gambar screenshot grup Whatsapp dengan nama grup Pilpres 2019 yang dibuat pada 16 Maret 2019 pukul 11.42 waktu setempat.

Grup Whatsapp dengan nama Pilpres 2019 itu diduga berisi sejumlah anggota Polri berpangkat Aiptu yang isi chatnya mendiskusikan cara agar Capres Jokowi dipilih oleh masyarakat dengan bantuan Polri baik di tingkat Polsek hingga Polres.

Berdasar penelusuran, pemilik akun @marierteman adalah J.S. Prabowo. Nama ini merujuk pada Letjen. TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo, mantan Kepala Staf Umum TNI periode 1 April 2011-30 Juni 2012 dan Wakil Gubernur Timor Timur tahun 1998. JS Prabowo selama ini dikenal dekat dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close