Ekonomi

Jaga Harga Stabil Luas Ideal Tanaman Cabai di Bantul Sekitar 300 Hektare

YOGYAKARTA, SENANAYANPOST.com – Untuk menjaga stabilitas harga, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyarankan luasan areal penanaman cabai di wilayah ini pada kisaran 300 hektare saja.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Sabtu (24/3/2018) mengemukakan, dengan luasan tanam cabai yang stabil pada kisaran 200 sampai 300 hektare per tahun maka kalau ada penurunan harga cabai tidak terlalu drastis, begitu juga jika ada kenaikan harga tidak terlalu tinggi.

Ia menjelaskan, pada 2016, luasan tanaman cabai di Kabupaten Bantul sekitar 120 hektare, dan pada 2017 mencapai 440 hektare, sehingga terjadi fluktuasi harga yang tinggi. “Kalau tahun ini saya belum tahu persisnya, tapi sekitar 120 hektare,” ujarnya.

Menurut dia, ada kemungkinan luas tanaman cabai pada tahun 2018 lebih kecil atau kembali pada 120 hektare karena pada musim ini harga cabai di pasaran tinggi

Tingginya harga cabai saat ini, ujarnya, diperkirakan akibat posisi luasannya rendah sehingga harganya agak naik sedikit.

Pulung mengatakan, fluktuasinya luas tanam cabai di Bantul karena faktor petani yang melihat harga cabai, misalnya ketika harga tinggi tahun selanjutnya luasnya ditambah, namun ketika harga turun luas tanam selanjutnya dikurangi.

“Harga cabai pernah mencapai Rp75 ribu per kilogram, sehingga petani waktu itu tertarik untuk mengembangkan di pekarangan, namun karena kebablasan harganya justru turun, sehingga peminat di tahun berikutnya rendah,” katanya.

Sementara  dengan luasan tanam cabai yang ideal sekitar 200 sampai 300 hektare dengan produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, maka dari sisi ketersediaan mencukupi dan dari harga tidak bergejolak.

“Untuk itu saya susun yang kita namakan tata tanam tepat, jadi kelompok petani kita beri panduan, kalau mengikuti silakan, tidak ya silakan. Ini bukan membatasi namun panduan misalnya desa ini tanam cabainya seluas ini saja,” katanya.

Ia mnembahkan tujuan akhir dari panduan tersebut adalah menjaga stabilitas karena produksi yang sesuai dengan kebutuhan. “Kalau produksi berkelebihan, harga bisa turun drastis, tapi kalau kurang harga bisa melonjak,” katanya. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close