Jadi Seruan Jihad, MUI: Nabi Tak Pernah Ubah Redaksi Azan

Jadi Seruan Jihad, MUI: Nabi Tak Pernah Ubah Redaksi Azan

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengganti redaksi azan untuk menyerukan jihad meski sedang dalam keadaan perang. Nabi hanya mengubah kalimat azan saat ada bencana yang menghalangi orang datang ke masjid.

"Nabi SAW tak pernah mengubah redaksi azan. Bahkan saat perang pun tak redaksi adzan yang diubah. Redaksi azan itu tak boleh diubah menjadi ajakan jihad," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis, Senin (30/1/2020).

Cholil mencontohkan sebuah kisah saat terjadi angin kencang dan hujan deras, Nabi Muhammad SAW meminta muazin mengubah kalimatnya. Orang-orang diminta melaksanakan salat di rumah masing-masing.

Kisah itu, kata Cholil, diabadikan lewat hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari. Sementara itu, tidak ada riwayat hadis untuk mengubah azan menjadi seruan jihad.

"Saya berharap masyarakat tak mengubah azan yang sudah baku dalam Islam," ujarnya.

Cholil juga mengingatkan jihad tak melulu soal perang. Ia meminta masyarakat tidak salah paham mengenai jihad.

"Panggilan jihad tak perlu melalui adzan dan jihad bukan hanya perang fisik saja. Dan berharap masyarakat tak perlu resah dan memviralkan," ucap dia.

Sebelumnya, beredar video yang menayangkan azan jihad. Beberapa orang terlihat berbaris dalam video-video itu. Satu orang di bagian depan melantunkan azan dengan mengganti satu kalimat. (Jo)