Polri

Jadi Direktur Penyelidikan KPK, Ini Rekam Jejak Kombes Endar Priantoro

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Direktur Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Akan dijabat oleh Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri Kombes Pol Endar Priantoro. Endar akan dilantik Ketua KPK Firli Bahuri pada Selasa (14/4/2020) pagi ini.

Selain Endar, Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol Karyoto terpilih sebagai Deputi Penindakan KPK. Berdasarkan jadwal, pelantikan akan dilaksanakan di Gedung Merah Putih KPK pukul 08.00 WIB.

Terpilihnya Endar dan Karyoto tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1178/IV/KEP./2020 tertanggal 13 April 2020. Surat ditandatangani oleh Kepala Biro Pembinaan Karir Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

“Diberitahukan kepada jenderal bahwa anggota Polri di bawah ini telah dinyatakan lulus dan dapat bergabung menjadi pegawai negeri yang dipekerjakan di KPK. Satu, Brigjen Pol Karyoto, Wakapolda DIY sebagai calon Deputi Penindakan KPK. Kedua, Kombes Pol Endar Priantoro sebagai Direktur Penyelidikan KPK,” bunyi Telegram tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengonfirmasi terpilihnya Karyoto dan Endar. “Ya, benar,” kata Argo saat dihubungi iNews.id, Senin (13/4/2020).

Endar merupakan alumnus Akademi Kepolisian 1994. Pria kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah ini termasuk kenyang pengalaman di bidang reserse.

Sebelum ditugaskan sebagai Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, dia merupakan Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Endar juga tercatat pernah menjabat sebagai Kapolres Bangkalan (Madura). Hanya sekitar 16 bulan, dia dipindah sebagai Kapolres Probolinggo.

Rekam jejaknya sebagai penyidik di Bareskrim termasuk menonjol. Ketika bertugas di dittipidkor, Endar antara lain mengungkap kasus dugaan korupsi Stadion Gedebage, Bandung. Endar dan anak buahnya memenjarakan mantan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung Yayat Ahmad Sudrajat.

Ketika beralih di dittipidum, sejumlah kasus juga ditanganinya. Salah satu yang menyita perhatian yakni kasu penipuan terhadap Putri Kerajaan Arab Saudi Lolwah binti Faisal al-Saud.

Untuk diketahui, Putri Lolwah tertipu iming-iming berinvestasi vila di Bali senilai Rp505 miliar. Pelaku penipuan, ibu dan anak, yaitu Evie Marindo Christina (EMC) dan Eka Augusta Herriyani (EAH).

“EMC itu ibunya. Dia penerima semua uang dari korban (Putri Lolowah),” kata Endar di Bareskrim Polri, Kamis (30/1/2020). Evid dan Eka telah diringkus.

KPK tidak asing bagi Endar. Dia pernah bertugas di lembaga antirasuah tersebut sebagai penyidik.

“Pelantikan direncanakan akan dilakukan besok, Selasa 14 April 2020 di Auditorium Gedung Penunjang KPK sekitar pukul 09.30 WIB,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (13/4/2020).

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close