Lintas Daerah

Jabar Tak Direkomendasikan Terapkan New Normal

BANDUNG, SENAYANPOST..com – Pemprov Jawa Barat telah menetapkan 60 persen atau 15 daerah wilayahnya diizinkan untuk penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal.

Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat tidak merekomendasikan Jawa Barat sebagai wilayah yang diizinkan menerapkan AKB atau new normal.

Berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas, melalui akun Twitter, @BNPB-Indonesia, gugus tugas mengeluarkan 102 nama daerah untik penerapan new normal. Jawa Barat tidak termasuk salah satu provinsi yang direkomendasikan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Berli Hamdani, mengatakan Provinsi Jawa Barat mengakui wilayahnya tidak masuk ke daftar yang diizinkan untuk penerapan new normal. Alasannya masih ada tambahan kasus positif covid-19 per harinya.

“Memang tidak ada yah. BNPB hanya melihat (daerah) yang ada tidaknya kasus konfirmasi positif,” kata Berli‎ dilansir Medcom, Senin (1/6/2020).

Menurut Berli, kebijakan new normal yang sebelumnya diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih bersifat rekomendasi. Namun hal itu bisa terealisasi apabila ada persetujuan dari kepala daerah masing-masing.

“Pemprov hanya merekomendasikan saja.‎ Untuk yang 15 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat yang diizinkan untuk AKB tergantung kepala daerahnya masing-masing,” kata Berli.

Dia pun mengingatkan kembali kepada masyarakat agar tetap disiplin untuk mencegah penyebaran covid-19. Berli tetap mengimbau hal tersebut meski ada daerah yang dapat menjalankan serta menerapkan new normal atau AKB.

“Displin untuk mempraktekan AKB ini.‎ Sehingga diharapkan tidak terjadi euforia new normal,” ucap dia.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close