Jabar dan Jatim Perpanjang PPKM Mikro Sampai 22 Maret

Jabar dan Jatim Perpanjang PPKM Mikro Sampai 22 Maret

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro hingga 22 Maret 2021.

Kebijakan yang sama juga diambil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memperpanjang PPKM mikro sampai 22 Maret mendatang.

Keputusan memperpanjang PPMK Mikro Jawa Barat, tertuang dalam Keputusan Gubernur Jabar Nomor 443/Kep.132-Hukham/2021 tentang Perpanjangan Ketiga Pemberlakuan PSBB Secara Proporsional di Provinsi Jabar Dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menyatakan perpanjangan tersebut sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengenai Perpanjangan PPKM Skala Mikro dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 05 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

"Pemberlakuan ini diterapkan di 27 kabupaten/kota yang da di Jabar terhitung sejak 9 -22 Maret 2021," kata Emil dalam Kepgub dikutip Selasa (9/3/2021).

Emil juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 49/KS.01/HUKHAM terkait Perpanjangan Ketiga PPKM yang mengatur pelaksanaan PPKM. 

Jawa Timur

Sementara di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga memastikan perpanjangan PPKM mikro sampai 22 Maret mendatang.

"Kita terus melakukan evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro baik tahap pertama maupun kedua. Dari data yang ada kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai Indikator Epidemiologis," kata Khofifah.

Khofifah menyebut, selama pelaksanaan, PPKM mikro telah memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan penyebaran Covid-19 di Jatim. Hal ini dibuktikan pada awal Januari terdapat delapan zona merah dan saat ini sudah tidak terdapat zona merah lagi, bahkan 16 kabupaten/kota di Jatim atau sekitar 42 persen sudah masuk di zona kuning.

"Karenanya, sesuai Inmendagri No. 5 Tahun 2021, maka PPKM Mikro akan dilanjutkan di Jatim. Tentunya, dengan semakin mengoptimalkan pelaksanaannya, agar semua daerah di Jatim bisa masuk zona kuning bahkan hijau," ucap dia.

Selain itu, lanjut Khofifah, hasil signifikan juga tampak pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU.

Selama PPKM tahap 1, 2 dan PPKM Mikro BOR Isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79 persen menjadi 35 persen. BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72 persen menjadi 52 persen. Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat dari WHO yakni dibawah 60 persen.

Meski demikian, seluruh masyarakat di Jatim diharapkan tak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi. (Jo)