Infotainment

J. Lo Diolok-olok di Depan Umum Gara-Gara Pakaian Berbulu

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pakaian berbahan bulu binatang bikin Jennifer Lopez alias J. Lo menanggung malu dei depan umum.

Bermula dari pemotretan yang dilakukan penyanyi kelahiran 24 Juli ini karena terlihat mengenakan jaket berbahan bulu, komunitas yang tak setuju dengan pakaian berbahan bulu protes dengan J. Lo di depan publik.

Melansir dari Independent, Rabu (10/9/2019), pelantun “Dance with Me” ini diolok dan ditertawai oleh anggota komunitas anti-bulu saat tampil di karpet merah Film Festival Toronto, 7 September 2019.

J. Lo datang ke karpet merah untuk menyaksikan penanyangan perdana film terbarunya, Hustlers. Saat itu dia tidak mengenakan pakaian berbulu, melainkan tampil menawan dengan gaun ruffled berwarna kuning. Tapi, para pemotres tampaknya tidak peduli dan tetap meneriaki ibu dari dua anak ini.

Selain untuk pemotretan, ternyata jaket bulu yang dikenakan muncul pada trailer film Hustlers tersebut. Meskipun tidak jelas apakah bulu yang digunakan asli atau sintetis, komunitas anti-bulu sudah terlanjur datang membawa selebaran yang bertuliskan “J Lo benci hewan” dan “J Lo berhenti mengenakan bulu asli”.

Tak cukup dari selebaran, para aktivis mengungkapkan protes mereka dengan teriakan saat J.Lo muncul. Ucapan “J. Lo tidak tahu malu. J. Lo mengenakan bulu! Malu pada dirimu karena menggunakan bulu Jennifer Lopez! Berhenti mengenakan bulu Jennifer Lopez! Berhenti mengenakan bulu serigala!” dapat terdengar pada karpet merah Festival Film Toronto.

Ada pula yang meneriakkan pemain film “The Boy Next Door” ini telah membunuh ribuan hewan dan tangannya telah penuh darah. Semua protes yang dilontarkan tidak direspons oleh J. Lo hingga kini.

Aksi yang dilakukan oleh pemotres ini tidak hanya terjadi pada Jennifer Lopez. Para aktivis ini sudah kerap melakukan aksi protes yang cukup ekstrem dan massal agar penggunaan pakaian berbahan bulu dihilangkan. Tujuan dari aksi ini tentunya untuk melindungi hewan- hewan yang dibunuh demi membuat pakaian mewah tersebut.

Beberapa aksi protes yang dilakukan adalah demo besar yang dilakukan di pusat perbelanjaan di Toronto, CF Toronto Eaton Centre. Protes ini membuat mal ini tutup dan dijaga ketat.

Dalam unjuk rasa itu, lebih dari 100 orang aktivis menekankan bahwa bulu hewan adalah hak mereka dan manusia tidak boleh mengintervensi itu. Tujuan dari aksi ini adalah ingin membatasi penjualan pakaian berbahan bulu di Toronto.

Komunitas ini juga sempat melakukan aksi protes pada ajang peragaan busana London Fashion Week 2018. Mereka mendatangkan 250 aktivis yang tidak mengenakan pakaian dan menuliskan “Gunakan Kulitmu Sendiri” pada punggungnya.

Aksi ini tampaknya memberikan tekanan pada pihak penyelenggara. Akhirnya, LFW selanjutnya menghadirkan koleksi busana tanpa bulu sama sekali.

Protes ekstrem lainnya juga sempat terjadi di Barcelona pada Desember 2018. Puluhan demonstran melakukan aksinya dengan telanjang di Placa de Catalunya. Mereka membalurkan darah palsu ke sekujur tubuh mereka dan memegang papan yang bertuliskan “Berapa banyak kehidupan yang diambil hanya untuk satu mantel?”

Maraknya aksi protes dikarenakan lebih dari 85 persen bulu yang dijual di dunia berasal dari pembunuhan dan penyiksaan binatang. Berdasarkan data dari PETA (People for Ethical Treatment of Animals), bulu-bulu tersebut didapatkan dari serigala, mink, dan hewan berbulu lainnya yang dikunci dalam kandang, lalu dibunuh dan dikuliti. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close