Ivanka Diinvestigasi Kasus Skandal Pesta Inagurasi Trump

Ivanka Diinvestigasi Kasus Skandal Pesta Inagurasi Trump
Foto: REUTERS

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Ivana Marie Trump atau biasa dikenal dengan Ivanka Trump tersandung skandal dan digulingkan dari posisinya. Putri sulung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dituduh menyalahgunakan dana donor pada saat berada di komite pelantikan ayahnya pada tahun 2017 silam.

Dalam dokumen pengajuan pengadilan, Ivanka yang juga menjabat sebagai penasihat senior Gedung Putih, diwawancarai oleh pengacara dari kantor Jaksa Agung Washington D.C pada Selasa (1/12) lalu.

Jaksa mengajukan gugatan pemborosan dana nirlaba kepadanya, menyebutnya memberi lebih dari US$ 1 juta (sekitar Rp 14,1 miliar) sebagai pembayaran yang tidak pantas ke hotel milik Trump di Washington, D.C. selama minggu pelantikan pada tahun 2017.

Bukan hanya Ivanka, ibu negara Melania Trump dan teman dekat presiden yang mengetuai komite pelantikan Thomas Barrack Jr juga dipanggil.

Jaksa Agung Karl Racine mengatakan panitia pelantikan Trump menghabiskan banyak uang dengan memesan ballroom di Trump International Hotel. Skema pembayaran dianggap terlalu mahal untuk sebuah ruang pesta dan memperkaya keluarga presiden sendiri dalam prosesnya.

Racine menuduh panitia menyalahgunakan dana nirlaba dan berkoordinasi dengan manajemen hotel dan anggota keluarga Trump untuk mengatur acara tersebut.

"Undang-undang distrik mewajibkan lembaga nonprofit untuk menggunakan dana mereka untuk tujuan publik yang mereka nyatakan, bukan untuk menguntungkan individu atau perusahaan swasta," kata Racine dikutip CNBC International.

"Dalam kasus ini, kami berusaha memulihkan dana non profit yang disalurkan secara tidak benar langsung ke bisnis keluarga Trump."

Trump mengonfirmasi dan menyebut interogasi berlangsung lima jam, melalui Twitter pada Kamis (3/12).

"Penyelidikan ini adalah satu lagi demonstrasi 'pembalasan dendam' bermotif politik & pemborosan dolar pembayar pajak," kata Trump dikutip dari NBC News, seraya mencatat bahwa Jaksa Agung Washington DC adalah seorang Demokrat.

"Seharusnya harga pasar yang adil," tambahnya di cuitannya itu.

Sementara Alan Garten, pengacara untuk organisasi Trump mengatakan hal serupa.

"Satu-satunya keterlibatan Ivanka adalah menghubungkan para pihak dan menginstruksikan hotel untuk mengenakan 'tarif pasar yang adil', yang dilakukan oleh hotel," katanya.