Nasional

Isu Rasisme Tidak Bisa Jadi Alasan Referendum Papua

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Aksi demonstrasi yang berujung anarkis di Papua akhir-akhir ini memicu sekelompok masyarakat untuk meminta referendum.

“Isu rasisme tak bisa berujung referendum,” kata Guru Besar Hukum Internasional UI, Prof Hikmahanto Juwana kepada wartawan, Selasa.

Menurut Prof Hik, tindakan rasis yang berujung pada kekerasan dan kerusuhan dapat terjadi di mana saja. Peristiwa Rodney King di Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 1991 adalah salah satunya.

Kala itu, tindakan polisi Los Angeles yang dianggap diskriminatif terhadap Rodney King membuat marah warga AS, khususnya yang berkulit hitam (Afro-American). Bahkan di LA terjadi pembakaran, kekacauan bahkan pencurian yang dilakukan oleh masyarakat.

“Masalah di LA akhirnya terselesaikan dengan baik karena pemerintah Federal sangat tegas,” kata Prof Hik.

Menurut Prof Hik, kerusuhan yang terjadi tentu akan bisa diselesaikan secara baik oleh pemerintah. Pemerintah tidak perlu khawatir dalam menangani kerusuhan bahwa negara-negara di dunia seolah mendukung adanya keinginan referendum.

“Masyarakat internasional paham bahwa kerusuhan di bumi Papua bukan akibat pemerintah yang opresif terhadap masyarakat di Papua,” cetus Prof Hik.

Prof Hik mengatakan masyarakat internasional sudah sejak lama mengakui bumi Papua merupakan bagian kesatuan dari Indonesia. Masyarakat internasional tidak pernah mempermasalahkan keberadaan bumi Papua layaknya Timor Timur saat dinyatakan oleh pemerintah Indonesia berintegrasi.

“Pemerintah harus punya percaya diri yang tinggi untuk menyelesaikan kerusuhan di bumi Papua secara tegas, bermartabat dan cepat,” pungkas Hikmahanto. (AR)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close