Israel Memberondong Demonstran Palestina di Kursi Roda

07:30
683
KEJAMNYA ISRAEL -- Demonstran Palestina di Gaza dievakuasi setelah terkena tembakan pasukan Israel pada Jumat (15/12/2017). Foto/REUTERS

GAZA, SENAYANPOST.com — Kejamnya Israel, sudah terasa hingga ke ujung dunia. Ini terjadi saat Israel meletupkan senjatanya bahkan pada seorang yang sedang berada di kursi roda sekalipun.

Beritanya, jumlah demonstran Palestina yang ditembak mati pasukan Israel pada hari Jumat bertambah menjadi empat orang dan 160 orang lainnya terluka. Salah satu dari empat demonstran yang ditembak mati adalah warga yang duduk di kursi roda.

Demo kemarahan warga Palestina tersebut untuk memprotes pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel. Demo ini telah memasuki minggu kedua.

Sebagian besar korban adalah demonstran di perbatasan Jalur Gaza. Petugas medis setempat mengatakan dua pemrotes, salah satunya berada di kursi roda, tewas dan sekitar 150 lainnya cedera.

Di Tepi Barat, petugas medis melaporkan ada dua pemrotes yang ditembak mati dan 10 orang lainnya terluka oleh tembakan pasukan Israel. Salah satu korban tewas adalah seorang pria yang menikam petugas polisi Israel.

Mengutip laporan kantor berita Reuters, Sabtu (16/12/2017), satu demonstran Palestina yang ditembak mati memegang sebuah pisau dan memakai sabuk bom. Namun, petugas medis Palestina yang membantu evakuasi korbann mengatakan bahwa sabuk bom itu palsu.

Menurut militer Israel, sekitar 3.500 orang Palestina berdemonstrasi di dekat pagar perbatasan Gaza.

”Selama kekerasan terjadi, tentara IDF (Pasukan Pertahanan Israel) menembak secara selektif terhadap penghasut utama,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Militer Israel menolak berkomentar mengenai demonstran di kursi roda yang ditembak mati. Korban diketahui bernama Ibrahim Abu Thuraya. Abu Thuraya, 29, adalah orang biasa di demonstrasi semacam itu.

Dalam wawancara sebelum insiden penembakan, dia mengaku kehilangan kedua kakinya akibat serangan rudal Israel di Gaza tahun 2008. (WW)

Comments

comments